<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141</id><updated>2009-11-29T05:53:53.804+07:00</updated><title type='text'>Askep $ Tips Kesehatan</title><subtitle type='html'>Asuhan Keperawatan $ Tips seputar Kesehatan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>320</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-4379471326079848718</id><published>2009-11-20T01:22:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T01:24:57.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tips Tidur Supaya Berkualitas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="http://media.vivanews.com/images/2008/10/14/55545_tidur_lelap_agar_awet_muda.jpg" src="http://media.vivanews.com/images/2008/10/14/55545_tidur_lelap_agar_awet_muda.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMALAH kenyataan bahwa kita hidup dalam dunia serba cepat; pekerjaan padat dengan deadline ketat, konsumsi makanan cepat saji, dan sebagainya. Sampai akhirnya juga jam tidur yang supersingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National Sleep Foundation (NSF) menemukan fakta bahwa 74 persen orang dewasa Amerika hanya tidur beberapa malam dalam sepekan, 39 persen di antaranya tidur kurang dari 7 jam tiap malam, dan lebih dari 37 persen mengantuk sepanjang hari hingga akhirnya mengganggu aktivitas seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah jawaban benar atau salah untuk beberapa pertanyaan berikut:&lt;br /&gt;1. Tidur lima jam semalam sudah cukup.&lt;br /&gt;2. Tak masalah jika kita menghemat tidur untuk seminggu bekerja asalkan kita bisa menggantinya di akhir pekan.&lt;br /&gt;3. Efek kurang tidur hanya sementara waktu, seperti lingkar bawah mata menghitam dan kulit tidak segar. Tidak ada efek buruk dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;4. Mengonsumsi minuman berkafein pada sore hari tidak akan memengaruhi tidur malam.&lt;br /&gt;5. Menempatkan televisi ataupun komputer di kamar tidur tidak akan berefek pada kualitas tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menjawab "benar" pada dua atau lebih pertanyaan-pertanyaan tersebut, berarti Anda harus melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan diri secara optimal. Kenyataannya, kurang tidur berefek buruk pada ketajaman daya ingat, proses belajar, dan logika berpikir sehingga berpotensi menurunkan kualitas siswa di sekolah ataupun pekerja di kantornya. Dari segi kesehatan, tubuh dalam jangka panjang bisa mengalami gangguan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kegemukan, depresi, penyakit jantung, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menyarankan, tidurlah 7-9 jam untuk setiap malam, tapi mungkin akan lebih banyak untuk orang yang sangat aktif ataupun sedang sakit. Bagaimana agar waktu tidur yang tersedia dapat Anda maksimalkan? Berikut tipnya, seperti dikutip dari Sheknows:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menonton televisi sebelum tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan terbanyak mereka yang memiliki masalah tidur adalah menempatkan televisi di kamar tidur. Anda akan terus terjaga jika mengandalkan televisi sebagai pengantar tidur karena mata terus memelototi acara televisi. Kamar tidur hanya untuk dua hal, yakni tidur dan bercinta, bukan untuk sinetron ataupun tayangan bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bantal atau alas tidur baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah bertanya, sudah berapa tahun Anda menggunakan bantal dan alas tidur yang sama? Apakah Anda sering bangun dengan punggung nyeri? Apakah tempat yang ada cukup lega untuk tidur Anda dan pasangan? Jika semua jawabannya "iya", mungkin Anda perlu mengganti bantal dan alas tidur dengan kualitas yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengonsumsi kafein menjelang tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, sedikit saja mengonsumsi minuman berkafein, dapat menyebabkan masalah tidur. Bahkan 10-12 jam sebelum tidur. Karenanya, cobalah hindari mengonsumsi minuman teh, soda, dan cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan alunan musik lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matikan lampu kamar dan dengarkanlah alunan musik lembut sebagai pengantar tidur. Musik ini akan menenangkan tubuh dan pikiran hingga Anda akan memperoleh tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik menenangkan tubuh dan pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjam-jam diajak bekerja, otak dan tubuh Anda butuh ditenangkan. Lakukan sebuah ritual sebelum tidur, seperti berendam air hangat, meditasi, ataupun yoga. Lakukan ritual tersebut dengan cara, tempat, dan jam yang sama setiap malam. Pengulangan ritual ini akan "mengingatkan" tubuh dan pikiran, bahwa inilah waktunya untuk santai dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum racikan herbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk banyak orang, tip di atas mungkin tidak efektif. Jika Anda tetap tak bisa tidur, Anda bisa minum racikan herbal. Obat-obat tidur berbahan kimia memiliki efek samping bagi kesehatan. Risiko tersebut tidak akan terjadi jika Anda menggunakan herbal. Caranya, cuci bersih dua genggam kangkung, dua genggam seledri, dan pala secukupnya. Rebus ketiga bahan dalam tiga gelas air sampai mendidih dan tunggu sampai airnya tinggal satu gelas. Bisa ditambahkan satu sendok teh madu bila suka. Minum ramuan ini setelah makan malam atau sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/20/196/203298/6-tip-tidur-berkualitas" target="_blank" style="color: rgb(34, 34, 156);"&gt;&lt;b&gt;sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-4379471326079848718?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/4379471326079848718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=4379471326079848718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4379471326079848718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4379471326079848718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/tips-tidur-supaya-berkualitas.html' title='Tips Tidur Supaya Berkualitas'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-4875433692233567077</id><published>2009-11-20T01:15:00.002+07:00</published><updated>2009-11-20T01:18:07.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Susu Penyebab Penyakit Osteoporosis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img style="width: 444px; height: 265px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2041/2419774652_077afa3b9e_o.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari Osteoporosis Nasional 2009 diperingati ribuan warga di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, tanggal 25 Oktober lalu. Sebagai sebuah event, acara itu cukup berhasil menarik perhatian, yang tentu tidak lepas dari peran sebuah perusahaan swasta yang memasarkan produk susu, terutama untuk orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara itu juga seolah-olah merupakan antitesis atau sanggahan terhadap pendapat bahwa minum susu terlalu banyak justru menyebabkan osteoporosis. Pendapat yang terakhir ini tercantum dalam buku best seller karya Prof dr Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme-Self-Healing Program, yang tahun 2008 telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan Qanita, anak perusahaan Mizan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tahun ini, buku itu telah mengalami cetak ulang beberapa kali. Tak kurang dari pengusaha Ciputra amat memercayai isi buku itu, sampai pernah mengadakan seminar untuk warga usia lanjut di rumahnya dengan pembicara seorang dokter yang menguraikan pokok-pokok isi buku Shinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya itu, Shinya yang guru besar kedokteran Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Amerika Serikat menulis demikian: ”Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa argumen Shinya terhadap pendapatnya yang ”melawan” pendapat umum ini, termasuk sebagian dokter ahli gizi klinik? Menurut Shinya, kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. ”Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine,” demikian pendapat Shinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, ”Jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia—yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap hari, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pendapat Shinya ini, pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Waloejo Soerjodibroto, ketika dihubungi menyatakan bahwa pendapat tersebut masuk akal. Waloejo mengaku belum membaca buku Shinya, tetapi ia belum yakin bahwa kadar kalsium yang berlebih akibat asupan minum susu justru akan mendorong pembuangan kalsium dari ginjal melalui urine, termasuk kalsium dari massa tulang. ”Betapapun susu adalah sumber protein sehingga dalam konteks yang benar, susu tetap berguna untuk tubuh,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, Waloejo setuju dengan sebagian pendapat Shinya bahwa susu sapi memang paling cocok untuk anak sapi, bukan untuk anak manusia, apalagi manusia dewasa. ”Dalam perkembangan masyarakat modern, air susu ibu diganti oleh susu formula atau pengganti air susu ibu supaya kaum ibu bisa aktif bekerja. Manusia punya otak untuk merekayasa, termasuk menciptakan pengganti air susu ibu yang mendekati atau mirip air susu ibu, walaupun tak bisa sama persis,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu ingat slogan gizi ”Empat Sehat, Lima Sempurna” yang diciptakan tokoh gizi nasional, almarhum Prof dr Poorwosoedarmo, sekitar empat dekade lalu, yang menyebutkan bahwa konsumsi susu ”menyempurnakan” empat komponen makanan lainnya (karbohidrat, protein dan lemak nabati/hewani, sayur, dan buah-buahan). Menurut Waloejo, slogan itu bagus dan amat berguna pada masa tahun 1960-an ketika kondisi gizi masyarakat Indonesia masih kurang baik karena memberikan panduan yang mudah diingat masyarakat awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun, kini kita dapat mempertanyakan, apakah benar tanpa susu asupan gizi kita kurang sempurna. Panduan ini kemudian diganti dengan istilah ’menu seimbang’ (balanced diet), yang sebenarnya juga tidak pas. Yang benar untuk konteks Indonesia adalah giza atau gizi lengkap (wholesome diet). Semua komponen ada, tidak kelebihan, tidak kekurangan,” tutur Waloejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Errol Untung Hutagalung, Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), puncak massa tulang (peak bone mass) manusia terjadi pada usia 20 hingga 30-an tahun. Jumlah penderita osteoporosis terus meningkat dan dikhawatirkan menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia 40 tahun lagi. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan memaksimalkan mengonsumsi kalsium ketika usia 20-30 tahun. Pengurangan kalsium mulai terjadi pada usia 40 tahun dan makin meningkat setelah usia 50 tahun, katanya (Kompas, 26/10). Ketika dihubungi semalam, Hutagalung menyatakan belum membaca buku Shinya sehingga belum bisa berkomentar bahwa konsumsi susu malah dapat meningkatkan laju osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Waloejo sebaliknya setuju dengan pendapat Prof Shinya bahwa asupan kalsium tidak melulu harus dari susu. Ikan-ikan kecil dan rumput laut, yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang, ternyata mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap (slow release) yang justru dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waloejo menekankan, yang penting untuk mencegah berkurangnya massa kalsium pada jaringan tulang bukan hanya asupan kalsium, tetapi juga tersedianya vitamin D3, yang dibuat dari inti kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal evolusi, manusia purba tidak gampang mencari lemak. Dalam perkembangannya, lingkungan dan pola hidup manusia berubah, tetapi mekanisme usus dan enzim-enzim manusia purba masih tidak berbeda dengan manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itulah sebabnya kita sekarang menjumpai banyak kasus obesitas, kelebihan kolesterol dan trigliserida. Kritik Prof Shinya ada benarnya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA TENTANG SUSU :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak ada makanan lain yang sulit dicerna daripada susu.&lt;br /&gt;• Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna.&lt;br /&gt;• Komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas.&lt;br /&gt;• Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi.&lt;br /&gt;• Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan flora bakteri dalam usus.&lt;br /&gt;• Jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitik atopik.&lt;br /&gt;• Minum susu terlalu banyak sebenarnya MENYEBABKAN osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-4875433692233567077?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/4875433692233567077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=4875433692233567077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4875433692233567077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4875433692233567077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/susu-penyebab-penyakit-osteoporosis.html' title='Susu Penyebab Penyakit Osteoporosis'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-9150742303568791860</id><published>2009-11-19T03:44:00.003+07:00</published><updated>2009-11-19T03:49:10.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi'/><title type='text'>7 Makanan Penunda Ketuaan</title><content type='html'>7. BlueBerry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/08/122137p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah riset yang dipublikasikan pada 1999, peneliti dari Jean Mayer Human Nutrition Research Center memberikan ekstrak blueberry pada tikus. Pemberian ekstrak ini diberikan selama periode kehidupan tikus yang setara dengan 10 tahun kehidupan manusia. Tikus yang diberi ekstrak ini menunjukkan keunggulannya ketimbang tikus biasa saat uji keseimbangan dan koordinasi ketika mereka mencapai usia lanjut. Kandungan dalam blueberry (dan berry lainnya) diduga dapat mengurangi peradangan (inflamasi) dan kerusahan bersifat oksidatif, yang mana ini berhubungan dengan penurunan daya ingat dan kemampuan motorik saat lanjut usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anggur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/27/154220p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Minum alkohol dalam jumlah moderat diklaim dapat melindungi dari penyakit jantung, diabetes dan kepikunan. Banyak jenis minuman beralkohol yang bisa mendatangkan manfaat tersebut, tetapi banyak penelitian yang memfokuskanya pada anggur merah. Anggur merah mengandung resveratrol, zat yang diperkirakan mendatangkan berbagai manfaat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kacang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/19/1009058p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset yang dilakukan kelompok Seventh-Day Adventists (aliran Kristiani yang menerapkan hidup sehat dan diet vegetarian) menunjukkan bahwa seseorang yang makan kacang rata-rata memiliki umur panjang dua setengah tahun. Kacang dikenal kaya akan lemak tidak jenuh, sehingga makanan ini menawarkan manfaat serupa dengan minyak zaitun. Kacang juga mengandung beragam vitamin, mineral dan zat phytochemical termasuk antioksidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cokelat Kokoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://i574.photobucket.com/albums/ss190/bithink/schokinag_cocoa_chocolate.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Kuna di Kepulauan San Blas, Panama, tercatat memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah hingga sembilan kali lipat di banding penduduk lainnya yang tinggal di Panama. Alasannya? Warga Kuna rajin sekali meminum kokoa yang kaya flavanols, antioksidan yang dapat membantu memperlancar peredaran darah. Menjaga kesehatan pembuluh darah berarti menekan risiko tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit ginjal dan demensia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://i574.photobucket.com/albums/ss190/bithink/freshfish.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga puluh tahun lalu, para ahli mulai meneliti mengapa penduduk asli Alaska (inuit) bisa terbebas dari penyakit jantung. Alasannya, menurut perkiraan para ahli, adalah tingkat konsumsi ikan yang luar biasa. Ikan memang mengandung banyak lemak omega-3, yang bisa membantu menurunkan kolesterol dan penyumbatan dalam pembuluh darah serta mencegah ritme jantung abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yogurt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/25/160411p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era 1970an, wilayah Georgia dikabarkan memiliki jumlah penduduk yang berusia rata-rata di atas 100 tahun yang lebih banyak ketimbang negara lain. Laporan pada saat itu mengklaim bahwa rahasia dari umur yang panjang tersebut adalah yogurt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kekuatan yogurt dalam memperpanjang usia belum pernah terbukti secara langsung, yogurt adalah makanan yang kaya kalsium yang dapat mencegah osteoporosis. Selain itu, yogurt juga mengandung bakter baik yang mempertahankan kesehatan pencernaan serta mengurangi risiko mengidap penyakit usus yang berkaitan dengan usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Minyak Zaitun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://www.karawanginfo.com/wp-content/uploads/2009/10/minyak-zaitun.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat dekade lalu, para peneliti dari Seven Coutries Study menyimpulkan bahwa lemak tak jenuh dengan rantai tunggal (monounsaturated) dalam minyak zaitun secara luas bermanfaat untuk menekan risiko penyakit jantung dan kanker di Kepulauan Crete di Yunani. Kini masyarakat juga sudah banyak yahu bahwa minyak zaitun mengandung folifenol, antioksidan kuat yang bisa mencegah jenis penyakit akibat penuaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-9150742303568791860?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/9150742303568791860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=9150742303568791860' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/9150742303568791860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/9150742303568791860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/7-makanan-penunda-ketuaan.html' title='7 Makanan Penunda Ketuaan'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-4643250142199840977</id><published>2009-11-07T04:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-07T04:48:52.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>ASKEP FRAKTUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;FRAKTUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraktur adalah putusnya hubungan normal suatu tulang atau tulang rawan yang disebabkan oleh kekerasan. (E. Oerswari, 1989 : 144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, 2000 : 347).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Fraktur terbuka adalah fragmen tulang meluas melewati otot dan kulit, dimana potensial untuk terjadi infeksi (Sjamsuhidajat, 1999 : 1138).&lt;br /&gt;Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian), dan biasanya lebih banyak dialami oleh laki-laki dewasa. Patah pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak, mengakibatkan pendertia jatuh dalam syok (FKUI, 1995:543)&lt;br /&gt;Fraktur olecranon adalah fraktur yang terjadi pada siku yang disebabkan oleh kekerasan langsung, biasanya kominuta dan disertai oleh fraktur lain atau dislokasi anterior dari sendi tersebut (FKUI, 1995:553).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. ETIOLOGI&lt;br /&gt;Menurut Sachdeva (1996), penyebab fraktur dapat dibagi menjadi tiga yaitu :&lt;br /&gt;a. Cedera traumatik&lt;br /&gt;Cedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;1) Cedera langsung berarti pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang pata secara spontan. Pemukulan biasanya menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya.&lt;br /&gt;2) Cedera tidak langsung berarti pukulan langsung berada jauh dari lokasi benturan, misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan menyebabkan fraktur klavikula.&lt;br /&gt;3) Fraktur yang disebabkan kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat.&lt;br /&gt;b. Fraktur Patologik&lt;br /&gt;Dalam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada berbagai keadaan berikut :&lt;br /&gt;1) Tumor tulang (jinak atau ganas) : pertumbuhan jaringan baru yang tidak terkendali dan progresif.&lt;br /&gt;2) Infeksi seperti osteomielitis : dapat terjadi sebagai akibat infeksi akut atau dapat timbul sebagai salah satu proses yang progresif, lambat dan sakit nyeri.&lt;br /&gt;3) Rakhitis : suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh defisiensi Vitamin D yang mempengaruhi semua jaringan skelet lain, biasanya disebabkan oleh defisiensi diet, tetapi kadang-kadang dapat disebabkan kegagalan absorbsi Vitamin D atau oleh karena asupan kalsium atau fosfat yang rendah.&lt;br /&gt;c. Secara spontan : disebabkan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. KLASIFIKASI FRAKTUR FEMUR&lt;br /&gt;a. Fraktur tertutup (closed), bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar.&lt;br /&gt;b. Fraktur terbuka (open/compound), bila terdapat hubungan antara fragemen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukan di kulit, fraktur terbuka dibagi menjadi tiga derajat, yaitu :&lt;br /&gt;1) Derajat I&lt;br /&gt;- luka kurang dari 1 cm&lt;br /&gt;- kerusakan jaringan lunak sedikit tidak ada tanda luka remuk.&lt;br /&gt;- fraktur sederhana, tranversal, obliq atau kumulatif ringan.&lt;br /&gt;- Kontaminasi ringan.&lt;br /&gt;2) Derajat II&lt;br /&gt;- Laserasi lebih dari 1 cm&lt;br /&gt;- Kerusakan jaringan lunak, tidak luas, avulse&lt;br /&gt;- Fraktur komuniti sedang.&lt;br /&gt;3) Derajat III&lt;br /&gt;Terjadi kerusakan jaringan lunak yang luas meliputi struktur kulit, otot dan neurovaskuler serta kontaminasi derajat tinggi.&lt;br /&gt;c. Fraktur complete&lt;br /&gt;• Patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergerseran (bergeser dari posisi normal).&lt;br /&gt;d. Fraktur incomplete&lt;br /&gt;• Patah hanya terjadi pada sebagian dari garis tengah tulang.&lt;br /&gt;e. Jenis khusus fraktur&lt;br /&gt;a) Bentuk garis patah&lt;br /&gt;1) Garis patah melintang&lt;br /&gt;2) Garis pata obliq&lt;br /&gt;3) Garis patah spiral&lt;br /&gt;4) Fraktur kompresi&lt;br /&gt;5) Fraktur avulsi&lt;br /&gt;b) Jumlah garis patah&lt;br /&gt;1) Fraktur komunitif garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan.&lt;br /&gt;2) Fraktur segmental garis patah lebih dari satu tetapi saling berhubungan&lt;br /&gt;3) Fraktur multiple garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang yang berlainan.&lt;br /&gt;c) Bergeser-tidak bergeser&lt;br /&gt; Fraktur tidak bergeser garis patali kompli tetapi kedua fragmen tidak bergeser.&lt;br /&gt; Fraktur bergeser, terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur yang juga disebut di lokasi fragmen (Smeltzer, 2001:2357).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Proses penyembuhan luka terdiri dari beberapa fase yaitu :&lt;br /&gt;1. Fase hematum&lt;br /&gt;• Dalam waktu 24 jam timbul perdarahan, edema, hematume disekitar fraktur&lt;br /&gt;• Setelah 24 jam suplai darah di sekitar fraktur meningkat&lt;br /&gt;2. Fase granulasi jaringan&lt;br /&gt;• Terjadi 1 – 5 hari setelah injury&lt;br /&gt;• Pada tahap phagositosis aktif produk neorosis&lt;br /&gt;• Itematome berubah menjadi granulasi jaringan yang berisi pembuluh darah baru fogoblast dan osteoblast.&lt;br /&gt;3. Fase formasi callus&lt;br /&gt;• Terjadi 6 – 10 harisetelah injuri&lt;br /&gt;• Granulasi terjadi perubahan berbentuk callus&lt;br /&gt;4. Fase ossificasi&lt;br /&gt;• Mulai pada 2 – 3 minggu setelah fraktur sampai dengan sembuh&lt;br /&gt;• Callus permanent akhirnya terbentuk tulang kaku dengan endapan garam kalsium yang menyatukan tulang yang patah&lt;br /&gt;5. Fase consolidasi dan remadelling&lt;br /&gt;• Dalam waktu lebih 10 minggu yang tepat berbentuk callus terbentuk dengan oksifitas osteoblast dan osteuctas (Black, 1993 : 19 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. TANDA DAN GEJALA&lt;br /&gt;1. Deformitas&lt;br /&gt;Daya terik kekuatan otot menyebabkan fragmen tulang berpindah dari tempatnya perubahan keseimbangan dan contur terjadi seperti :&lt;br /&gt;a. Rotasi pemendekan tulang&lt;br /&gt;b. Penekanan tulang&lt;br /&gt;2. Bengkak : edema muncul secara cepat dari lokasi dan ekstravaksasi darah dalam jaringan yang berdekatan dengan fraktur&lt;br /&gt;3. Echumosis dari Perdarahan Subculaneous&lt;br /&gt;4. Spasme otot spasme involunters dekat fraktur&lt;br /&gt;5. Tenderness/keempukan&lt;br /&gt;6. Nyeri mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang berdekatan.&lt;br /&gt;7. Kehilangan sensasi (mati rasa, mungkin terjadi dari rusaknya saraf/perdarahan)&lt;br /&gt;8. Pergerakan abnormal&lt;br /&gt;9. Shock hipovolemik hasil dari hilangnya darah&lt;br /&gt;10. Krepitasi (Black, 1993 : 199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;1. Foto Rontgen&lt;br /&gt; Untuk mengetahui lokasi fraktur dan garis fraktur secara langsung&lt;br /&gt; Mengetahui tempat dan type fraktur&lt;br /&gt;Biasanya diambil sebelum dan sesudah dilakukan operasi dan selama proses penyembuhan secara periodik&lt;br /&gt;2. Skor tulang tomography, skor C1, Mr1 : dapat digunakan mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak.&lt;br /&gt;3. Artelogram dicurigai bila ada kerusakan vaskuler&lt;br /&gt;4. Hitung darah lengkap HT mungkin meningkat ( hemokonsentrasi ) atau menrurun ( perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh pada trauma multiple)&lt;br /&gt;Peningkatan jumlah SDP adalah respon stres normal setelah trauma&lt;br /&gt;5. Profil koagulasi perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah transfusi multiple atau cedera hati (Doenges, 1999 : 76 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;1. Fraktur Reduction&lt;br /&gt; Manipulasi atau penurunan tertutup, manipulasi non bedah penyusunan kembali secara manual dari fragmen-fragmen tulang terhadap posisi otonomi sebelumnya.&lt;br /&gt; Penurunan terbuka merupakan perbaikan tulang terusan penjajaran insisi pembedahan, seringkali memasukkan internal viksasi terhadap fraktur dengan kawat, sekrup peniti plates batang intramedulasi, dan paku. Type lokasi fraktur tergantung umur klien.&lt;br /&gt;Peralatan traksi :&lt;br /&gt;o Traksi kulit biasanya untuk pengobatan jangka pendek&lt;br /&gt;o Traksi otot atau pembedahan biasanya untuk periode jangka panjang.&lt;br /&gt;2. Fraktur Immobilisasi&lt;br /&gt; Pembalutan (gips)&lt;br /&gt; Eksternal Fiksasi&lt;br /&gt; Internal Fiksasi&lt;br /&gt; Pemilihan Fraksi&lt;br /&gt;3. Fraksi terbuka&lt;br /&gt; Pembedahan debridement dan irigrasi&lt;br /&gt; Imunisasi tetanus&lt;br /&gt; Terapi antibiotic prophylactic&lt;br /&gt; Immobilisasi (Smeltzer, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANAJEMEN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;I. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (Boedihartono, 1994 : 10).&lt;br /&gt;Pengkajian pasien Post op frakture Olecranon (Doenges, 1999) meliputi :&lt;br /&gt;a. Sirkulasi&lt;br /&gt;Gejala : riwayat masalah jantung, GJK, edema pulmonal, penyakit vascular perifer, atau stasis vascular (peningkatan risiko pembentukan trombus).&lt;br /&gt;b. Integritas ego&lt;br /&gt;Gejala : perasaan cemas, takut, marah, apatis ; factor-faktor stress multiple, misalnya financial, hubungan, gaya hidup.&lt;br /&gt;Tanda : tidak dapat istirahat, peningkatan ketegangan/peka rangsang ; stimulasi simpatis.&lt;br /&gt;c. Makanan / cairan&lt;br /&gt;Gejala : insufisiensi pancreas/DM, (predisposisi untuk hipoglikemia/ketoasidosis) ; malnutrisi (termasuk obesitas) ; membrane mukosa yang kering (pembatasan pemasukkan / periode puasa pra operasi).&lt;br /&gt;d. Pernapasan&lt;br /&gt;Gejala : infeksi, kondisi yang kronis/batuk, merokok.&lt;br /&gt;e. Keamanan&lt;br /&gt;Gejala : alergi/sensitive terhadap obat, makanan, plester, dan larutan ; Defisiensi immune (peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan) ; Munculnya kanker / terapi kanker terbaru ; Riwayat keluarga tentang hipertermia malignant/reaksi anestesi ; Riwayat penyakit hepatic (efek dari detoksifikasi obat-obatan dan dapat mengubah koagulasi) ; Riwayat transfuse darah / reaksi transfuse.&lt;br /&gt;Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan ; demam.&lt;br /&gt;f. Penyuluhan / Pembelajaran&lt;br /&gt;Gejala : pengguanaan antikoagulasi, steroid, antibiotic, antihipertensi, kardiotonik glokosid, antidisritmia, bronchodilator, diuretic, dekongestan, analgesic, antiinflamasi, antikonvulsan atau tranquilizer dan juga obat yang dijual bebas, atau obat-obatan rekreasional. Penggunaan alcohol (risiko akan kerusakan ginjal, yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia, dan juga potensial bagi penarikan diri pasca operasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono, 1994 : 17).&lt;br /&gt;Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan post op fraktur (Wilkinson, 2006) meliputi :&lt;br /&gt;1. Nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang, gerakan fragmen tulang, edema dan cedera pada jaringan, alat traksi/immobilisasi, stress, ansietas&lt;br /&gt;2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan dispnea, kelemahan/keletihan, ketidak edekuatan oksigenasi, ansietas, dan gangguan pola tidur.&lt;br /&gt;3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tekanan, perubahan status metabolik, kerusakan sirkulasi dan penurunan sensasi dibuktikan oleh terdapat luka / ulserasi, kelemahan, penurunan berat badan, turgor kulit buruk, terdapat jaringan nekrotik.&lt;br /&gt;4. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri/ketidak nyamanan, kerusakan muskuloskletal, terapi pembatasan aktivitas, dan penurunan kekuatan/tahanan.&lt;br /&gt;5. Risiko infeksi berhubungan dengan stasis cairan tubuh, respons inflamasi tertekan, prosedur invasif dan jalur penusukkan, luka/kerusakan kulit, insisi pembedahan.&lt;br /&gt;6. Kurang pengetahuan tantang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang terpajan/mengingat, salah interpretasi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan (Boedihartono, 1994:20)&lt;br /&gt;Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi, 1995:40).&lt;br /&gt;Intervensi dan implementasi keperawatan yang muncul pada pasien dengan post op frakture Olecranon (Wilkinson, 2006) meliputi :&lt;br /&gt;1. Nyeri adalah pengalaman sensori serta emosi yang tidak menyenangkan dan meningkat akibat adanya kerusakan jaringan aktual atau potensial, digambarkan dalam istilah seperti kerusakan ; awitan yang tiba-tiba atau perlahan dari intensitas ringan samapai berat dengan akhir yang dapat di antisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya kurang dari enam bulan.&lt;br /&gt;Tujuan : nyeri dapat berkurang atau hilang.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil : - Nyeri berkurang atau hilang&lt;br /&gt;- Klien tampak tenang.&lt;br /&gt;Intervensi dan Implementasi :&lt;br /&gt;a. Lakukan pendekatan pada klien dan keluarga&lt;br /&gt;R/ hubungan yang baik membuat klien dan keluarga kooperatif&lt;br /&gt;b. Kaji tingkat intensitas dan frekwensi nyeri&lt;br /&gt;R/ tingkat intensitas nyeri dan frekwensi menunjukkan skala nyeri&lt;br /&gt;c. Jelaskan pada klien penyebab dari nyeri&lt;br /&gt;R/ memberikan penjelasan akan menambah pengetahuan klien tentang nyeri.&lt;br /&gt;d. Observasi tanda-tanda vital.&lt;br /&gt;R/ untuk mengetahui perkembangan klien&lt;br /&gt;e. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik&lt;br /&gt;R/ merupakan tindakan dependent perawat, dimana analgesik berfungsi untuk memblok stimulasi nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Intoleransi aktivitas adalah suatu keadaaan seorang individu yang tidak cukup mempunyai energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau memenuhi kebutuhan atau aktivitas sehari-hari yang diinginkan.&lt;br /&gt;Tujuan : pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas.&lt;br /&gt;Kriteria hasil : - perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri.&lt;br /&gt;- pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu.&lt;br /&gt;- Koordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainya baik.&lt;br /&gt;Intervensi dan Implementasi :&lt;br /&gt;a. Rencanakan periode istirahat yang cukup.&lt;br /&gt;R/ mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan, dan energi terkumpul dapat digunakan untuk aktivitas seperlunya secar optimal.&lt;br /&gt;b. Berikan latihan aktivitas secara bertahap.&lt;br /&gt;R/ tahapan-tahapan yang diberikan membantu proses aktivitas secara perlahan dengan menghemat tenaga namun tujuan yang tepat, mobilisasi dini.&lt;br /&gt;c. Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;R/ mengurangi pemakaian energi sampai kekuatan pasien pulih kembali.&lt;br /&gt;d. Setelah latihan dan aktivitas kaji respons pasien.&lt;br /&gt;R/ menjaga kemungkinan adanya respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kerusakan integritas kulit adalah keadaan kulit seseorang yang mengalami perubahan secara tidak diinginkan.&lt;br /&gt;Tujuan : Mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil : - tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus.&lt;br /&gt;- luka bersih tidak lembab dan tidak kotor.&lt;br /&gt;- Tanda-tanda vital dalam batas normal atau dapat ditoleransi.&lt;br /&gt;Intervensi dan Implementasi :&lt;br /&gt;a. Kaji kulit dan identifikasi pada tahap perkembangan luka.&lt;br /&gt;R/ mengetahui sejauh mana perkembangan luka mempermudah dalam melakukan tindakan yang tepat.&lt;br /&gt;b. Kaji lokasi, ukuran, warna, bau, serta jumlah dan tipe cairan luka.&lt;br /&gt;R/ mengidentifikasi tingkat keparahan luka akan mempermudah intervensi.&lt;br /&gt;c. Pantau peningkatan suhu tubuh.&lt;br /&gt;R/ suhu tubuh yang meningkat dapat diidentifikasikan sebagai adanya proses peradangan.&lt;br /&gt;d. Berikan perawatan luka dengan tehnik aseptik. Balut luka dengan kasa kering dan steril, gunakan plester kertas.&lt;br /&gt;R/ tehnik aseptik membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi.&lt;br /&gt;e. Jika pemulihan tidak terjadi kolaborasi tindakan lanjutan, misalnya debridement.&lt;br /&gt;R/ agar benda asing atau jaringan yang terinfeksi tidak menyebar luas pada area kulit normal lainnya.&lt;br /&gt;f. Setelah debridement, ganti balutan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;R/ balutan dapat diganti satu atau dua kali sehari tergantung kondisi parah/ tidak nya luka, agar tidak terjadi infeksi.&lt;br /&gt;g. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.&lt;br /&gt;R / antibiotik berguna untuk mematikan mikroorganisme pathogen pada daerah yang berisiko terjadi infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hambatan mobilitas fisik adalah suatu keterbatasan dalam kemandirian, pergerakkan fisik yang bermanfaat dari tubuh atau satu ekstremitas atau lebih.&lt;br /&gt;Tujuan : pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal.&lt;br /&gt;Kriteria hasil : - penampilan yang seimbang..&lt;br /&gt;- melakukan pergerakkan dan perpindahan.&lt;br /&gt;- mempertahankan mobilitas optimal yang dapat di toleransi, dengan karakteristik :&lt;br /&gt;   0 = mandiri penuh&lt;br /&gt;   1 = memerlukan alat Bantu.&lt;br /&gt;   2 = memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan pengajaran.&lt;br /&gt;   3 = membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat Bantu.&lt;br /&gt;   4 = ketergantungan; tidak berpartisipasi dalam aktivitas.&lt;br /&gt;Intervensi dan Implementasi :&lt;br /&gt;g. Kaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan.&lt;br /&gt;R/ mengidentifikasi masalah, memudahkan intervensi.&lt;br /&gt;h. Tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;R/ mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan aktivitas apakah karena ketidakmampuan ataukah ketidakmauan.&lt;br /&gt;i. Ajarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu.&lt;br /&gt;R/ menilai batasan kemampuan aktivitas optimal.&lt;br /&gt;j. Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif.&lt;br /&gt;R/ mempertahankan /meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot.&lt;br /&gt;k. Kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi.&lt;br /&gt;R/ sebagai suaatu sumber untuk mengembangkan perencanaan dan mempertahankan/meningkatkan mobilitas pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Risiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan perifer, perubahan sirkulasi, kadar gula darah yang tinggi, prosedur invasif dan kerusakan kulit.&lt;br /&gt;Tujuan : infeksi tidak terjadi / terkontrol.&lt;br /&gt;Kriteria hasil : - tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus.&lt;br /&gt;- luka bersih tidak lembab dan tidak kotor.&lt;br /&gt;- Tanda-tanda vital dalam batas normal atau dapat ditoleransi.&lt;br /&gt;Intervensi dan Implementasi :&lt;br /&gt;a. Pantau tanda-tanda vital.&lt;br /&gt;R/ mengidentifikasi tanda-tanda peradangan terutama bila suhu tubuh meningkat.&lt;br /&gt;b. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik.&lt;br /&gt;R/ mengendalikan penyebaran mikroorganisme patogen.&lt;br /&gt;c. Lakukan perawatan terhadap prosedur inpasif seperti infus, kateter, drainase luka, dll.&lt;br /&gt;R/ untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial.&lt;br /&gt;d. Jika ditemukan tanda infeksi kolaborasi untuk pemeriksaan darah, seperti Hb dan leukosit.&lt;br /&gt;R/ penurunan Hb dan peningkatan jumlah leukosit dari normal bisa terjadi akibat terjadinya proses infeksi.&lt;br /&gt;e. Kolaborasi untuk pemberian antibiotik.&lt;br /&gt;R/ antibiotik mencegah perkembangan mikroorganisme patogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang terpajan/mengingat, salah interpretasi informasi.&lt;br /&gt;Tujuan : pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil : - melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan.&lt;br /&gt;- memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan.&lt;br /&gt;Intervensi dan Implementasi:&lt;br /&gt;a. Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya.&lt;br /&gt;R/ mengetahui seberapa jauh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya.&lt;br /&gt;b. Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang.&lt;br /&gt;R/ dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang, klien dan keluarganya akan merasa tenang dan mengurangi rasa cemas.&lt;br /&gt;c. Anjurkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanan nya.&lt;br /&gt;R/ diet dan pola makan yang tepat membantu proses penyembuhan.&lt;br /&gt;d. Minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan.&lt;br /&gt;R/ mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. EVALUASI&lt;br /&gt;Evaluasi addalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan (Brooker, 2001).&lt;br /&gt;Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan post operasi fraktur adalah :&lt;br /&gt;1. Nyeri dapat berkurang atau hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan.&lt;br /&gt;2. Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas.&lt;br /&gt;3. Mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai&lt;br /&gt;4. Pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal.&lt;br /&gt;5. Infeksi tidak terjadi / terkontrol&lt;br /&gt;6. Pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Black, Joyce M. 1993. Medical Surgical Nursing. W.B Sainders Company : Philadelpia&lt;br /&gt;Boedihartono, 1994, Proses Keperawatan di Rumah Sakit. EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;Brooker, Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;Brunner dan Suddarth, 2002, Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 3, EGC, Jakarta&lt;br /&gt;Doenges, Marilyn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3. EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;E. Oerswari 1989, Bedah dan Perawatannya, PT Gramedia. Jakarta&lt;br /&gt;Nasrul, Effendi. 1995. Pengantar Proses Keperawatan. EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;Sjamsuhidajat, R. dan Wim de Jong. 1998. Buku Ajar Imu Bedah, Edisi revisi. EGC : Jakarta&lt;br /&gt;Wilkinson, Judith M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, edisi 7. EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner &amp;amp; Suddarth, Edisi 8. EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;FKUI. 1995. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Binarupa Aksara : Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-4643250142199840977?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/4643250142199840977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=4643250142199840977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4643250142199840977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4643250142199840977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-fraktur.html' title='ASKEP FRAKTUR'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-1443750258027598732</id><published>2009-11-07T04:45:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T04:46:12.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Asuhan Keperawatan Anak dengan Diare</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Diare&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengah padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya, yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer, A.1999, 501).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;B.  Penyebab&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurut Ngastiyah (1997), penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu:&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Faktor infeksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;        Infeksi enteral&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Merupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi bakteri, infeksi virus (enteovirus, polimyelitis, virus echo coxsackie). Adeno virus, rota virus, astrovirus, dll) dan infeksi parasit : cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongxloides) protozoa (entamoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas homunis) jamur (canida albicous).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infeksi parenteral&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;adalah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti otitis media akut (OMA) tonsilitis/tonsilofaringits, bronkopeneumonia, ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah dua (2) tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Faktor malabsorbsi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        Malabsorbsi karbohidrat, lemak dan protein.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;Faktor makanan&lt;/li&gt;Makanan basi, beracun, terlalu banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;Faktor psikologis&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rasa takut, cemas&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurut Haroen N.S, Suraatmaja dan P.O Asnil (1998), ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam dua golongan yaitu:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Diare sekresi (secretory diarrhoe), disebabkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E. Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus, comperastaltik usus halus yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan (misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam), gangguan psikis (ketakutan, gugup), gangguan saraf, hawa dingin, alergi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Defisiensi imum terutama SIGA (secretory imonol bulin A) yang mengakibatkan terjadinya berlipat gandanya bakteri/flata usus dan jamur terutama canalida.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Diare osmotik (osmotik diarrhoea), disebabkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Malabsorpsi makanan: karbohidrat, lemak (LCT), protein, vitamin dan mineral.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt; Kurang kalori protein.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt; Bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;C.  Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Penyebab diare yang utama adalah gangguan osmotik, akibat adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap oleh usus akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Diare juga terjadi akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan kemudian diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diare dapat juga terjadi akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Gangguan motalitas usus juga mengakibatkan diare, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;D.  Tanda dan Gejala&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;  Anak sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Anak cengeng, gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Daerah sekitar anus kemerahan dan lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ada tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun, denyut jantung cepat, pasien sangat lemas hingga menyebabkan kesadaran menurun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;E.  Pemeriksaan Penunjang&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pemeriksaan tinja&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Makroskopis dan mikroskopis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;PH dan kadar gula dalam tinja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bila perlu diadakan uji bakteri &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan PH dan cadangan alkali dan analisa gas darah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, Kalsium dan Posfat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;F.  Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;li&gt;Pemberian cairan, jenis cairan, cara memberikan cairan, jumlah pemberiannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;li&gt;  Cairan per oral&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan peroral berupa cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO3 dan glukosa. Untuk diare akut dan kolera pada anak diatas 6 bulan kadar Natrium 90 mEg/l. Pada anak dibawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 50-60 mEg/l. Formula lengkap disebut oralit, sedangkan larutan gula garam dan tajin disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung NaCl dan sukrosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;li&gt;   Cairan parentral&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat, dengan rincian sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt; Untuk anak umur 1 bl-2 tahun berat badan 3-10 kg&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt; 1 jam pertama : 40 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infus set berukuran 1 ml=15 tts atau 13 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt; 7 jam berikutnya : 12 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infusset berukuran 1 ml=15 tts atau 4 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt;  16 jam berikutnya : 125 ml/kgBB/ oralit&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;  Untuk anak lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt;  1 jam pertama : 30 ml/kgBB/jam atau 8 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 10 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;  Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat badan 15-25 kg&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt;  1 jam pertama : 20 ml/kgBB/jam atau 5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 7 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt;  7 jam berikut : 10 ml/kgBB/jam atau 2,5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 3 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt;  16 jam berikut : 105 ml/kgBB oralit per oral.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;  Untuk bayi baru lahir dengan berat badan 2-3 kg&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;         &lt;li&gt; Kebutuhan cairan: 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml/kg/BB/24 jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHCO3 1½ %.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kecepatan : 4 jam pertama : 25 ml/kgBB/jam atau 6 tts/kgBB/menit (1 ml = 15 tts) 8 tts/kg/BB/mt (1mt=20 tts).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt;  Untuk bayi berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kebutuhan cairan: 250 ml/kg/BB/24 jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian  glukosa 10% + 1 bagian NaHCO3 1½ %).&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Pengobatan dietetik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg, jenis makanan:&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;li&gt;Susu (ASI, susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak jenuh.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;li&gt; Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;li&gt; Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang atau tak jenuh.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Prinsip pengobatan menggantikan cairan yang hilang dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain.&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;center&gt;Asuhan Keperawatan Anak dengan Diare&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt; Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Identitas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insidence penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi usus asimptomatik dan kuman enteric menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Keluhan Utama&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;BAB lebih dari 3 x&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Riwayat Penyakit Sekarang&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Riwayat Penyakit Dahulu&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Riwayat Nutrisi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Riwayat Kesehatan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Riwayat Kesehatan Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Penyimpanan  makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt; Pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt; Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg),  PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt; Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt;Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt; Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      &lt;li&gt; Perkembangan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt; Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           Fase anal : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, meulai menunjukan keakuannya, cinta diri sendiri/ egoistic, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanyan adalah latihan kebersihan, perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungna interpersonal, bermain).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;           &lt;li&gt; Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Autonomy vs Shame and doundt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt;Gerakan kasar dan halus, bacara, bahasa dan kecerdasan, bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt; Berdiri  dengan satu kaki tanpa berpegangan sedikitpun  2 hitungan (GK).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;         &lt;li&gt; Meniru membuat garis lurus (GH).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt; Menyatakan keinginan   sedikitnya dengan dua kata (BBK).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;          &lt;li&gt; Melepasa pakaian sendiri (BM).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil, lingkar kepala, lingkar abdomen membesar.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt; Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;Mata : cekung, kering, sangat cekung.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic meningkat &gt; 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat &gt; 40 x/mnt karena asidosis metabolic (kontraksi otot pernafasan).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Sistem kardiovaskuler : nadi cepat &gt; 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Sistem integumen : warna kulit pucat, turgor menurun &gt; 2 dt, suhu meningkat &gt; 375 0 c, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang &gt; 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;       &lt;li&gt; Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;        &lt;li&gt;Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;    &lt;li&gt; Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Intervensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Diagnosa 1.:&lt;br /&gt;Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Tujuan :&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keseimbangan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Kriteria hasil :&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Tanda vital dalam batas normal (N: 120-60 x/mnt, S; 36-37,50  c, RR : &lt; 40 x/mnt)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt;  Turgor elastik , membran mukosa bibir basah, mata tidak cowong, UUB tidak cekung.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Konsistensi BAB lembek, frekwensi 1 kali perhari.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Intervensi :&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; R/ Penurunan sisrkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekataj urin. Deteksi dini memungkinkan terapi pergantian cairan segera untuk memperbaiki defisit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Pantau intake dan output&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; R/ Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus membuat keluaran tak aadekuat untuk membersihkan sisa metabolisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Timbang berat badan setiap hari&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ Mendeteksi kehilangan cairan , penurunan 1 kg BB sama dengan kehilangan cairan 1 lt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada kien, 2-3 lt/hr&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang secara oral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Kolaborasi :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     &lt;li&gt; Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na, K,Ca, BUN)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ koreksi keseimbang cairan dan elektrolit, BUN untuk mengetahui faal ginjal (kompensasi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     &lt;li&gt; Cairan parenteral ( IV line ) sesuai dengan umur&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ Mengganti cairan dan elektrolit secara adekuat dan cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     &lt;li&gt;Obat-obatan : (antisekresin, antispasmolitik, antibiotik)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; R/ anti sekresi untuk menurunkan sekresi cairan dan elektrolit agar simbang, antispasmolitik untuk proses absorbsi normal, antibiotik sebagai anti bakteri berspektrum luas untuk menghambat endotoksin.&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diagnosa 2.:&lt;br /&gt;Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake dan out put&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Tujuan  :&lt;br /&gt;Setelah dilakukan  tindakan perawatan selama dirumah di RS kebutuhan nutrisi terpenuhi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Kriteria hasil  :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Nafsu makan meningkat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; BB meningkat atau normal sesuai umur&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Intervensi :&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas / dingin dapat merangsang mengiritasi lambung dan sluran usus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau  yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu makan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Monitor  intake dan out put dalam 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Mengetahui jumlah output dapat merencenakan jumlah makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     &lt;li&gt; terapi gizi : Diet TKTP rendah serat, susu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     &lt;li&gt;obat-obatan atau vitamin ( A)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Mengandung zat yang diperlukan , untuk proses pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diagnosa 3. :&lt;br /&gt;Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi dampak sekunder dari diare&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Tujuan        :&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Kriteria hasil : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Suhu tubuh dalam batas normal ( 36-37,5 C)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Tidak terdapat tanda infeksi (rubur, dolor, kalor, tumor, fungtio leasa)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Intervensi :&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Monitor suhu tubuh setiap 2 jam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ Deteksi dini terjadinya perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Berikan kompres hangat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Kolaborasi pemberian antipirektik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;      R/ Merangsang pusat pengatur panas di otak &lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diagnosa 4.:&lt;br /&gt;Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan   peningkatan frekwensi BAB (diare)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Tujuan      :&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindaka keperawtan selama di rumah sakit integritas kulit tidak terganggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Kriteria hasil :&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Tidak terjadi iritasi : kemerahan, lecet, kebersihan terjaga&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;                    &lt;li&gt; Keluarga mampu mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Intervensi &lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Mencegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena kelebaban dan keasaman feces&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;  Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Melancarkan vaskulerisasi, mengurangi penekanan yang lama sehingga tak terjadi iskemi dan iritasi .&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diagnosa 5.:&lt;br /&gt;Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Tujuan      :&lt;br /&gt;Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3 x 24 jam, klien mampu beradaptasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   Kriteria hasil :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Mau menerima  tindakan perawatan, klien tampak tenang dan tidak rewel&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Intervensi : &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Libatkan keluarga dalam melakukan  tindakan perawatan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt;   Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan lingkungan RS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Berikan pujian jika klien mau diberikan tindakan perawatan dan pengobatan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ menambah rasa percaya diri anak akan keberanian dan kemampuannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal (sentuhan, belaian dll)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;     R/ Kasih saying serta pengenalan diri perawat akan menunbuhkan rasa aman pada klien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;   &lt;li&gt; Berikan mainan sebagai rangsang sensori anak&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bates. B, 1995. Pemeriksaan Fisik &amp;amp; Riwayat Kesehatan.  Ed 2. EGC. Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Carpenitto.LJ. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Ed 6. EGC. Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lab/ UPF IKA, 1994.  Pedoman Diagnosa dan Terapi .  RSUD Dr. Soetomo. Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Markum.AH. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ngastiyah. 1997.  Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Soetjiningsih, 1995.  Tumbuh Kembang Anak. EGC. Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Suryanah,2000.  Keperawatan Anak.  EGC. Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Doengoes,2000. Asuhan Keperawatan Maternal/ Bayi. EGC. Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-1443750258027598732?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/1443750258027598732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=1443750258027598732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/1443750258027598732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/1443750258027598732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/asuhan-keperawatan-anak-dengan-diare.html' title='Asuhan Keperawatan Anak dengan Diare'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-2627216232759523030</id><published>2009-11-07T04:41:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T04:44:40.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep DENGUE HAEMORAGIC FEVER (DHF)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;A. Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).&lt;br /&gt;Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman, 1990).&lt;br /&gt;DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir, Patrick manson, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;B. Etiologi&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Virus dengue sejenis arbovirus.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif, Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 70 oC.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;C. Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai factor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen) merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah, menurunnya volume plasma, terjadinya hipotensi, trombositopenia dan diathesis hemorrhagic, renjatan terjadi secara akut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hipovolemik. Apabila tidak diatasi bisa terjadi anoxia jaringan, acidosis metabolic dan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;D. Tanda dan gejala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Demam tinggi selama 5 – 7 hari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sakit kepala.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembengkakan sekitar mata.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;E. Pemeriksaan penunjang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Darah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Trombosit menurun.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HB meningkat lebih 20 %&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HT meningkat lebih 20 %&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Protein darah rendah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ureum PH bisa meningkat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NA dan CL rendah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serology : HI (hemaglutination inhibition test).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rontgen thorax : Efusi pleura.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uji test tourniket (+)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;F. Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tirah baring&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian makanan lunak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian cairan melalui infus&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anti konvulsi jika terjadi kejang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitor tanda-tanda vital (Tekanan Darah, Suhu, Nadi, RR).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitor adanya tanda-tanda renjatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;G. Tumbuh kembang pada anak usia 6-12 tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan cirri sex sekundernya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Perkembangan menitikberatkan pada aspek diferensiasi bentuk dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Motorik kasar&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Loncat tali&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memukul&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Badminton&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Motorik kasar di bawah kendali kognitif dan berdasarkan secara bertahap meningkatkan irama dan kehalusan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Motorik halus&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat meningkatkan kemampuan menjahit, membuat model dan bermain alat musik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kognitif&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat berfokus pada lebih dan satu aspek dan situasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan masalah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat membelikan cara kerja dan melacak urutan kejadian kembali sejak awal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memahami konsep dahulu, sekarang dan yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Bahasa&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, kata keterangan, kata penghubung dan kata depan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran verbal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.komisigratis.com/?id=Krisjhoxer"&gt;http://www.komisiGRATIS.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://klubpulsa.com/?id=krisjhoxer"&gt;http://KlubPulsa.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mlmku.com/?id=Krisjhoxer"&gt;http://www.mlmku.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.galesus.com/index.php?id=Krisjhoxer"&gt;http://www.galesus.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://5fcc.com/?ref=11130"&gt;http://5fcc.com/?ref=11130&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.reviews16.com/?id=Krisjhoxer"&gt;http://www.reviews16.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://cbclickbank.com/affiliate/?r=Krisjhoxer"&gt;http://cbclickbank.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengkajian merupakan tahap awal yang dilakukan perawat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan sebelum melakukan asuhan keperawatan . pengkajian pada pasien dengan “DHF” dapat dilakukan dengan teknik wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan fisik. Adapun tahapan-tahapannya meliputi :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasi sumber-sumber yang potensial dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaji riwayat keperawatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaji adanya peningkatan suhu tubuh ,tanda-tanda perdarahan, mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, tanda-tanda syok (denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab terutama pada ekstrimitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Diagnosa keperawatan yang Muncul&lt;/span&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Intervensi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Diagnosa 1. :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Gangguan volume cairan tubuh kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan , muntah dan demam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan : Gangguan volume cairan tubuh dapat teratasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kriteria hasil : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Volume cairan tubuh kembali normal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Intervensi :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kaji KU dan kondisi pasien&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Observasi tanda-tanda vital ( S,N,RR )&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Observasi tanda-tanda dehidrasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Observasi tetesan infus dan lokasi penusukan jarum infus&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balance cairan (input dan out put cairan)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri pasien dan anjurkan keluarga pasien untuk memberi minum banyak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjurkan keluarga pasien untuk mengganti pakaian pasien yang basah oleh&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;keringat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Diagnosa 2. :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan : Hipertermi dapat teratasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kriteria hasil : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Suhu tubuh kembali normal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Intervensi :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Observasi tanda-tanda vital terutama suhu tubuh&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan kompres dingin (air biasa) pada daerah dahi dan ketiak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ganti pakaian yang telah basah oleh keringat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti terbuat dari katun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjurkan keluarga untuk memberikan minum banyak kurang lebih 1500 – 2000 cc per hari&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi, obat penurun panas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Diagnosa 3. :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;muntah, tidak ada nafsu makan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan : Gangguan pemenuhan nutrisi teratasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kriteria hasil :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Intake nutrisi klien meningkat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Intervensi :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kaji intake nutrisi klien dan perubahan yang terjadi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timbang berat badan klien tiap hari&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan klien makan dalam keadaan hangat dan dengan porsi sedikit tapi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;sering&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri minum air hangat bila klien mengeluh mual&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan pemeriksaan fisik Abdomen (auskultasi, perkusi, dan palpasi).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi anti emetik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-2627216232759523030?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/2627216232759523030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=2627216232759523030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2627216232759523030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2627216232759523030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-dengue-haemoragic-fever-dhf.html' title='Askep DENGUE HAEMORAGIC FEVER (DHF)'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-3994512947920033992</id><published>2009-11-07T04:39:00.001+07:00</published><updated>2009-11-07T04:39:33.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Asep Gastroenteritis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1.  Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965).&lt;br /&gt;Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley &amp;amp; Wong’s,1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).&lt;br /&gt;Dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Gstroentritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekwensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2.  Etiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab dari diare akut antara lain :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Faktor Infeksi&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Infeksi Virus&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Retavirus&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyebab tersering diare akut pada bayi, sering didahulu atau disertai dengan muntah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timbul sepanjang tahun, tetapi biasanya pada musim dingin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat ditemukan demam atau muntah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dapatkan penurunan HCC.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Enterovirus&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biasanya timbul pada musim panas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adenovirus&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Timbul sepanjang tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyebabkan gejala pada saluran pencernaan/pernafasan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Norwalk&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Epidemik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat sembuh sendiri (dalam 24-48 jam).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bakteri&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Stigella&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Semusim, puncaknya pada bulan Juli-September&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insiden paling tinggi pada umur 1-5 tahun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat dihubungkan dengan kejang demam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muntah yang tidak menonjol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel polos dalam feses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel batang dalam darah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salmonella&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Semua umur tetapi lebih tinggi di bawah umur 1 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menembus dinding usus, feses berdarah, mukoid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin ada peningkatan temperatur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muntah tidak menonjol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel polos dalam feses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa inkubasi 6-40 jam, lamanya 2-5 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisme dapat ditemukan pada feses selama berbulan-bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Escherichia coli&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Baik yang menembus mukosa (feses berdarah) atau yang menghasilkan entenoksin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasien (biasanya bayi) dapat terlihat sangat sakit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Campylobacter&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sifatnya invasis (feses yang berdarah dan bercampur mukus) pada bayi dapat menyebabkan diare berdarah tanpa manifestasi klinik yang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kram abdomen yang hebat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muntah/dehidrasi jarang terjadi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yersinia Enterecolitica&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Feses mukosa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering didapatkan sel polos pada feses.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin ada nyeri abdomen yang berat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diare selama 1-2 minggu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering menyerupai apendicitis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor Non Infeksiosus&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Malabsorbsi&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Malabsorbsi karbohidrat disakarida (intoleransi, lactosa, maltosa, dan sukrosa), non sakarida (intoleransi glukosa, fruktusa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering ialah intoleransi laktosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malabsorbsi lemak : long chain triglyceride.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malabsorbsi protein : asam amino, B-laktoglobulin.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor makanan&lt;br /&gt;Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan (milk alergy, food alergy, dow’n milk protein senditive enteropathy/CMPSE).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Faktor Psikologis&lt;br /&gt;Rasa takut,cemas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3.  Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus,isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih), hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;4.  Manifestasi KLinis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Nyeri perut (abdominal discomfort)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa perih di ulu hati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mual, kadang-kadang sampai muntah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nafsu makan berkurang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa lekas kenyang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perut kembung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa panas di dada dan perut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5.  Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dehidrasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Renjatan hipovolemik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kejang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bakterimia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mal nutrisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hipoglikemia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;6. Tingkat derajat Dehidrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%; color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dehidrasi ringan&lt;br /&gt;Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dehidrasi Sedang&lt;br /&gt;Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dehidrasi Berat&lt;br /&gt;Kehilangan cairan 8 - 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot kaku sampai sianosis.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;7.  Pemeriksaan Penunjang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan laboratorium yang meliputi :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan Tinja&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Makroskopis dan mikroskopis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet dinistest, bila diduga terdapat intoleransi gula.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila diperlukan, lakukan pemeriksaan biakan dan uji resistensi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan Darah&lt;ul&gt;&lt;li&gt;pH darah dan cadangan dikali dan elektrolit (Natrium, Kalium, Kalsium dan Fosfor) dalam serum untuk menentukan keseimbangan asama basa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadar ureum dan kreatmin untuk mengetahui faal ginjal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doudenal Intubation&lt;br /&gt;Untuk mengatahui jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif, terutama dilakukan pada penderita diare kronik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;8.  Penatalaksanaan Medis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pemberian cairan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral dan makanan yang bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat-obatan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Diare&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;A.  Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data,analisa data dan penentuan masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi, observasi, psikal assessment.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengkajian data menurut Cyndi Smith Greenberg, 1992 adalah :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Identitas klien.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Riwayat keperawatan.&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Awalan serangan : Awalnya anak cengeng,gelisah,suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Keluhan utama : Faeces semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi,berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun besar cekung,tonus dan turgor kulit berkurang,selaput lendir mulut dan bibir kering,frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Riwayat kesehatan masa lalu.&lt;br /&gt;Riwayat penyakit yang diderita,riwayat pemberian imunisasi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Riwayat psikososial keluarga.&lt;br /&gt;Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga,kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak,setelah menyadari penyakit anaknya,mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dasar.&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,BAK sedikit atau jarang.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pola nutrisi : diawali dengan mual, muntah, anopreksia, menyebabkan penurunan berat badan pasien.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pemerikasaan fisik.&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah,kesadran composmentis sampai koma,suhu tubuh tinggi,nadi cepat dan lemah,pernapasan agak cepat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan sistematik :&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Inspeksi : mata cekung,ubun-ubun besar,selaput lendir,mulut dan bibir kering,berat badan menurun,anus kemerahan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perkusi : adanya distensi abdomen.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Palpasi : Turgor kulit kurang elastis.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Auskultasi : terdengarnya bising usus.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang.&lt;br /&gt;Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan penunjang.&lt;br /&gt;Pemeriksaan tinja,darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;B  Diagnosa Keperawatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit,prognosis dan pengobatan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;C.  Intervensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diagnosa 1.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Tujuan :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Devisit cairan dan elektrolit teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Kriteria hasil :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab, balan cairan seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Intervensi&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Observasi tanda-tanda vital. Observasi tanda-tanda dehidrasi. Ukur infut dan output cairan (balanc ccairan). Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 – 2500 cc per hari. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi cairan, pemeriksaan lab elektrolit. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diagnosa 2.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Tujuan :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Kriteria hasil :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Intake nutrisi klien meningkat, diet habis 1 porsi yang disediakan, mual,muntah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Intervensi :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. Timbang berat badan klien. Kaji factor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Lakukan pemerikasaan fisik abdomen (palpasi,perkusi,dan auskultasi). Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diagnosa 3.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,frekwensi BAB yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Tujuan :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Gangguan integritas kulit teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Kriteria hasil :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Integritas kulit kembali normal, iritasi tidak ada, tanda-tanda infeksi tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Intervensi :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Ganti popok anak jika basah. Bersihkan bokong perlahan sabun non alcohol. Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi antipungi sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diagnosa 4.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Tujuan :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Nyeri dapat teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Kriteria hasil :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Nyeri dapat berkurang / hiilang, ekspresi wajah tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Intervensi :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Observasi tanda-tanda vital. Kaji tingkat rasa nyeri. Atur posisi yang nyaman bagi klien. Beri kompres hangat pada daerah abdoment. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therafi analgetik sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diagnosa 5. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit,prognosis dan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Tujuan :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan keluarga meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Kriteria hasil :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Keluarga klien mengeri dengan proses penyakit klien, ekspresi wajah tenang, keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Intervensi :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien. Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui penkes. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diagnosa 6.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua,prosedur yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Tujuan :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Intervensi :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Kaji tingkat kecemasan klien. Kaji faktor pencetus cemas. Buat jadwal kontak dengan klien. Kaji hal yang disukai klien. Berikan mainan sesuai kesukaan klien. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. Anjurkan pada keluarga unrtuk selalu mendampingi klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;D.  Evaluasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Integritas kulit kembali noprmal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa nyaman terpenuhi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetahuan kelurga meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cemas pada klien teratasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-3994512947920033992?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/3994512947920033992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=3994512947920033992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/3994512947920033992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/3994512947920033992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/asep-gastroenteritis.html' title='Asep Gastroenteritis'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-5466561294148862405</id><published>2009-11-07T04:37:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T04:38:24.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Benigna Prostat Hipertropi (BPH)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;A. Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral yang kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah. (Jong, Wim de, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benigna Prostat Hiperplasi ( BPH ) adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika (Lab / UPF Ilmu Bedah RSUD dr. Sutomo, 1994 : 193).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;B. Etiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Tetapi hanya 2 faktor yang mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat Hypertropi yaitu testis dan usia lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa teori mengemukakan mengapa kelenjar periurethral dapat mengalami hiperplasia, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Sel Stem (Isaacs 1984)&lt;br /&gt;Berdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang dewasa berada pada keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel mati, keadaan ini disebut steady state. Pada jaringan prostat terdapat sel stem yang dapat berproliferasi lebih cepat, sehingga terjadi hiperplasia kelenjar periurethral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori MC Neal (1978)&lt;br /&gt;Menurut MC. Neal, pembesaran prostat jinak dimulai dari zona transisi yang letaknya sebelah proksimal dari spincter eksterna pada kedua sisi veromontatum di zona periurethral.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;C. Anatomi Fisiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelenjar proatat adalah suatu jaringan fibromuskular dan kelenjar grandular yang melingkari urethra bagian proksimal yang terdiri dari kelnjar majemuk, saluran-saluran dan otot polos terletak di bawah kandung kemih dan melekat pada dinding kandung kemih dengan ukuran panjang : 3-4 cm dan lebar : 4,4 cm, tebal : 2,6 cm dan sebesar biji kenari, pembesaran pada prostat akan membendung uretra dan dapat menyebabkan retensi urine, kelenjar prostat terdiri dari lobus posterior lateral, anterior dan lobus medial, kelenjar prostat berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang ada uretra dan vagina. Serta menambah cairan alkalis pada cairan seminalis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;D. Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Mansjoer Arif tahun 2000 pembesaran prostat terjadi secara perlahan-lahan pada traktus urinarius. Pada tahap awal terjadi pembesaran prostat sehingga terjadi perubahan fisiologis yang mengakibatkan resistensi uretra daerah prostat, leher vesika kemudian detrusor mengatasi dengan kontraksi lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibatnya serat detrusor akan menjadi lebih tebal dan penonjolan serat detrusor ke dalam mukosa buli-buli akan terlihat sebagai balok-balok yang tampai (trabekulasi). Jika dilihat dari dalam vesika dengan sitoskopi, mukosa vesika dapat menerobos keluar di antara serat detrusor sehingga terbentuk tonjolan mukosa yang apabila kecil dinamakan sakula dan apabila besar disebut diverkel. Fase penebalan detrusor adalah fase kompensasi yang apabila berlanjut detrusor akan menjadi lelah dan akhirnya akan mengalami dekompensasi dan tidak mampu lagi untuk kontraksi, sehingga terjadi retensi urin total yang berlanjut pada hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;E. Tanda dan Gejala&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hilangnya kekuatan pancaran saat miksi (bak tidak lampias)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa nyeri saat memulai miksi/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya urine yang bercampur darah (hematuri).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;F. Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Aterosclerosis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infark jantung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impoten&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haemoragik post operasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fistula&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Striktur pasca operasi &amp;amp; inconentia urine&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;G. Pemeriksaan Diagnosis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi ureum (BUN), kreatinin, elekrolit, tes sensitivitas dan biakan urin.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Radiologis&lt;p&gt;Intravena pylografi, BNO, sistogram, retrograd, USG, Ct Scanning, cystoscopy, foto polos abdomen. Indikasi sistogram retrogras dilakukan apabila fungsi ginjal buruk, ultrasonografi dapat dilakukan secara trans abdominal atau trans rectal (TRUS = Trans Rectal Ultra Sonografi), selain untuk mengetahui pembesaran prostat ultra sonografi dapat pula menentukan volume buli-buli, mengukut sisa urine dan keadaan patologi lain seperti difertikel, tumor dan batu (Syamsuhidayat dan Wim De Jong, 1997).&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prostatektomi Retro Pubis&lt;p&gt;Pembuatan insisi pada abdomen bawah, tetapi kandung kemih tidak dibuka, hanya ditarik dan jaringan adematous prostat diangkat melalui insisi pada anterior kapsula prostat.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prostatektomi Parineal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pembedahan dengan kelenjar prostat dibuang melalui perineum.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;H. Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Non Operatif&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pembesaran hormon estrogen &amp;amp; progesteron&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Massase prostat, anjurkan sering masturbasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjurkan tidak minum banyak pada waktu yang pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cegah minum obat antikolinergik, antihistamin &amp;amp; dengostan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasangan kateter.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Operatif&lt;br /&gt;Indikasi : terjadi pelebaran kandung kemih dan urine sisa 750 ml&lt;ul&gt;&lt;li&gt;TUR (Trans Uretral Resection)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;STP (Suprobic Transersal Prostatectomy)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Retropubic Extravesical Prostatectomy)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prostatectomy Perineal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Benigna Prostat Hipertropi (BPH)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;A. Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Data subyektif :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pasien mengeluh sakit pada luka insisi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasien mengatakan tidak bisa melakukan hubungan seksual.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasien selalu menanyakan tindakan yang dilakukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasien mengatakan buang air kecil tidak terasa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data Obyektif :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terdapat luka insisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Takikardi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gelisah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekanan darah meningkat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekspresi w ajah ketakutan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terpasang kateter&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;B. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kurang pengetahuan : tentang TUR-P berhubungan dengan kurang informasi&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri / efek pembedahan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;C. Intervensi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Diagnosa Keperawatan 1. :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan perawatan selama 3-5 hari pasien mampu mempertahankan derajat kenyamanan secara adekuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria hasil :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Secara verbal pasien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasien dapat beristirahat dengan tenang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kaji nyeri, perhatikan lokasi, intensitas (skala 0 - 10)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Monitor dan catat adanya rasa nyeri, lokasi, durasi dan faktor pencetus serta penghilang nyeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Observasi tanda-tanda non verbal nyeri (gelisah, kening mengkerut, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri ompres hangat pada abdomen terutama perut bagian bawah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjurkan pasien untuk menghindari stimulan (kopi, teh, merokok, abdomen tegang)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atur posisi pasien senyaman mungkin, ajarkan teknik relaksasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan perawatan aseptik terapeutik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laporkan pada dokter jika nyeri meningkat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Diagnosa Keperawatan 2. :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kurang pengetahuan: tentang TUR-P berhubungan dengan kurang informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Klien dapat menguraikan pantangan kegiatan serta kebutuhan berobat lanjutan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria hasil :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klien akan melakukan perubahan perilaku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klien berpartisipasi dalam program pengobatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klien akan mengatakan pemahaman pada pantangan kegiatan dan kebutuhan berobat lanjutan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beri penjelasan untuk mencegah aktifitas berat selama 3-4 minggu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri penjelasan untuk mencegah mengedan waktu BAB selama 4-6 minggu; dan memakai pelumas tinja untuk laksatif sesuai kebutuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasukan cairan sekurang–kurangnya 2500-3000 ml/hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anjurkan untuk berobat lanjutan pada dokter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kosongkan kandung kemih apabila kandung kemih sudah penuh.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Diagnosa Keperawatan 3. :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri / efek pembedahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan tidur dan istirahat terpenuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria hasil :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Klien mampu beristirahat / tidur dalam waktu yang cukup.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klien mengungkapan sudah bisa tidur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klien mampu menjelaskan faktor penghambat tidur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jelaskan pada klien dan keluarga penyebab gangguan tidur dan kemungkinan cara untuk menghindari.&lt;/li&gt;Ciptakan suasana yang mendukung, suasana tenang dengan mengurangi kebisingan.&lt;li&gt;Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat yang dapat mengurangi nyeri (analgesik).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges, M.E., Marry, F..M and Alice, C.G., 2000. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Long, B.C., 1996. Perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lab / UPF Ilmu Bedah, 1994. Pedoman Diagnosis Dan Terapi. Surabaya, Fakultas Kedokteran Airlangga / RSUD. dr. Soetomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardjowidjoto S. (1999).Benigna Prostat Hiperplasia. Airlangga University Press. Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeparman. (1990). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. FKUI. Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-5466561294148862405?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/5466561294148862405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=5466561294148862405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5466561294148862405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5466561294148862405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-benigna-prostat-hipertropi-bph.html' title='Askep Benigna Prostat Hipertropi (BPH)'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-3080150821255423554</id><published>2009-11-07T04:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T04:37:25.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Appendiksitis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1.  Pengertian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apendisitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Smeltzer, 2001).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Apendisitis, 2007)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir. (Anonim, Apendisitis, 2007)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu/apendiks (Anonim, Apendisitis, 2007).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;2.  Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi apendisitis terbagi atas 2 yakni :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Apendisitis akut, dibagi atas: Apendisitis akut fokalis atau segmentalis, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendisitis purulenta difusi, yaitu sudah bertumpuk nanah.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Apendisitis kronis, dibagi atas: Apendisitis kronis fokalis atau parsial, setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Apendisitis kronis obliteritiva yaitu appendiks miring, biasanya ditemukan pada usia tua.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;3.  Etiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Appendiksitis merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh obstruksi atau penyumbatan akibat :&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hiperplasia dari folikel limfoid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya fekalit dalam lumen appendiks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tumor appendiks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya benda asing seperti cacing askariasis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Erosi mukosa appendiks karena parasit seperti E. Histilitica.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut penelitian, epidemiologi menunjukkan kebiasaan makan makanan rendah serat akan mengakibatkan konstipasi yang dapat menimbulkan appendiksitis. Hal tersebut akan meningkatkan tekanan intra sekal, sehingga timbul sumbatan fungsional appendiks dan meningkatkan pertumbuhan kuman flora pada kolon.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;4.  Tanda dan gejala&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nyeri terasa pada abdomen kuadran bawah dan biasanya disertai oleh demam ringan, mual, muntah dan hilangnya nafsu makan. Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney bila dilakukan tekanan. Nyeri tekan lepas mungkin akan dijumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat nyeri tekan, spasme otot, dan apakah terdapat konstipasi atau diare tidak tergantung pada beratnya infeksi dan lokasi appendiks. Bila appendiks melingkar di belakang sekum, nyeri dan nyeri tekan dapat terasa di daerah lumbal ; bila ujungnya ada pada pelvis, tanda-tanda ini hanya dapat diketahuipada pemeriksaan rektal. Nyeri pada defekasi menunjukkan bahwa ujung appendiks dekat dengan kandung kemih atau ureter. Adanya kekeakuan pada bagian bawah otot rektum kanan dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tand Rovsing dapat timbul dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri, yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa pada kuadran bawah kanan. Apabila appendiks telah ruptur, nyeri dan dapat lebih menyebar ; distensi abdomen terjadi akibat ileus paralitik dan kondisi klien memburuk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;5.  Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyebab utama appendiksitis adalah obstuksi penyumbatan yang dapat disebabkan oleh hiperplasia dari polikel lympoid merupakan penyebab terbanyak adanya fekalit dalam lumen appendik.Adanya benda asing seperti : cacing,striktur karenan fibrosis akibat adanya peradangan sebelunnya.Sebab lain misalnya : keganasan (Karsinoma Karsinoid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsrtuksi apendiks itu menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung, makin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan dinding appendiks oedem serta merangsang tunika serosa dan peritonium viseral. Oleh karena itu persarafan appendiks sama dengan usus yaitu torakal X maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit disekitar umblikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukus yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri menjadi nanah, kemudian timbul gangguan aliran vena, sedangkan arteri belum terganggu, peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritomium parietal setempat, sehingga menimbulkan rasa sakit dikanan bawah, keadaan ini disebut dengan appendisitis supuratif akut.&lt;br /&gt;Bila kemudian aliran arteri terganggu maka timbul alergen dan ini disebut dengan appendisitis gangrenosa. Bila dinding apendiks yang telah akut itu pecah, dinamakan appendisitis perforasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila omentum usus yang berdekatan dapat mengelilingi apendiks yang meradang atau perforasi akan timbul suatu masa lokal, keadaan ini disebut sebagai appendisitis abses. Pada anak – anak karena omentum masih pendek dan tipis, apendiks yang relatif lebih panjang , dinding apendiks yang lebih tipis dan daya tahan tubuh yang masih kurang, demikian juga pada orang tua karena telah ada gangguan pembuluh darah, maka perforasi terjadi lebih cepat. Bila appendisitis infiltrat ini menyembuh dan kemudian gejalanya hilang timbul dikemudian hari maka terjadi appendisitis kronis (Junaidi ; 1982).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;6.  Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perforasi dengan pembentukan abses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peritonitis generalisata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pieloflebitis dan abses hati, tapi jarang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;7.  Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pencegahan pada appendiksitis yaitu dengan menurunkan resiko obstuksi dan peradangan pada lumen appendiks. Pola eliminasi klien harus dikaji,sebab obstruksi oleh fekalit dapat terjadi karena tidak ada kuatnya diit tinggi serat.Perawatan dan pengobatan penyakit cacing juga menimbulkan resiko. Pengenalan yang cepat terhadap gejala dan tanda appendiksitis menurunkan resiko terjadinya gangren,perforasi dan peritonitis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;8.  Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada appendiksitis akut, pengobatan yang paling baik adalah operasi appendiks. Dalam waktu 48 jam harus dilakukan. Penderita di obsevarsi, istirahat dalam posisi fowler, diberikan antibiotik dan diberikan makanan yang tidak merangsang persitaltik, jika terjadi perforasi diberikan drain di perut kanan bawah.&lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tindakan pre operatif, meliputi penderita di rawat, diberikan antibiotik dan kompres untuk menurunkan suhu penderita, pasien diminta untuk tirabaring dan dipuasakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindakan operatif ; appendiktomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindakan post operatif, satu hari pasca bedah klien dianjurkan untuk duduk tegak di tempat tidur selama 2 x 30 menit, hari berikutnya makanan lunak dan berdiri tegak di luar kamar, hari ketujuh luka jahitan diangkat, klien pulang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Appendiksitis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;A.  Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Identitas Pasien&lt;br /&gt;Identitas klien Nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, alamat, dan nomor register.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Riwayat Keperawatan&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Riwayat Kesehatan saat ini : keluhan nyeri pada luka post operasi apendektomi, mual muntah, peningkatan suhu tubuh, peningkatan leukosit.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Riwayat Kesehatan masa lalu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan Fisik&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sistem kardiovaskuler : Untuk mengetahui tanda-tanda vital, ada tidaknya distensi vena jugularis, pucat, edema, dan kelainan bunyi jantung.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sistem hematologi : Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan leukosit yang merupakan tanda adanya infeksi dan pendarahan, mimisan splenomegali.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sistem urogenital : Ada tidaknya ketegangan kandung kemih dan keluhan sakit pinggang.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sistem muskuloskeletal : Untuk mengetahui ada tidaknya kesulitan dalam pergerakkan, sakit pada tulang, sendi dan terdapat fraktur atau tidak.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sistem kekebalan tubuh : Untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran kelenjar getah bening.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan Penunjang&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan darah rutin : untuk mengetahui adanya peningkatan leukosit yang merupakan tanda adanya infeksi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan foto abdomen : untuk mengetahui adanya komplikasi pasca pembedahan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada abdomen kuadran kanan bawah post operasi appenditomi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Intoleransi aktivitas berhubungan dengan pembatasan gerak skunder terhadap nyeri.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasive appendiktomi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Resiko kekurangan volume cairan sehubungan dengan pembatasan pemasukan cairan secara oral.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Intervensi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Diagnosa Keperawatan 1. :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada daerah mesial abdomen post operasi appendiktomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nyeri berkurang / hilang dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria Hasil :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tampak rilek dan dapat tidur dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kaji skala nyeri lokasi, karakteristik dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertahankan istirahat dengan posisi semi powler.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dorong ambulasi dini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan aktivitas hiburan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolborasi tim dokter dalam pemberian analgetika.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rasional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Berguna dalam pengawasan dan keefesien obat, kemajuan penyembuhan,perubahan dan karakteristik nyeri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghilangkan tegangan abdomen yang bertambah dengan posisi terlentang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kormolisasi fungsi organ.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;meningkatkan relaksasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghilangkan nyeri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Diagnosa Keperawatan 2. :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi aktivitas berhubungan dengan pembatasan gerak skunder terhadap nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Toleransi aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria Hasil :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Klien dapat bergerak tanpa pembatasan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berhati-hati dalam bergerak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;catat respon emosi terhadap mobilitas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan aktivitas sesuai dengan keadaan klien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan klien untuk latihan gerakan gerak pasif dan aktif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bantu klien dalam melakukan aktivitas yang memberatkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rasional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Immobilisasi yang dipaksakan akan memperbesar kegelisahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kormolitas organ sesuiai dengan yang diharapkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki mekanika tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari hal yang dapat memperparah keadaan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Diagnosa Keperawatan 3. :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasive appendiktomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Infeksi tidak terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria Hasil :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak terdapat tanda-tanda infeksi dan peradangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ukur tanda-tanda vital&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Observasi tanda-tanda infeksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan perawatan luka dengan menggunakan teknik septik dan aseptik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Observasi luka insisi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rasional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Untuk mendeteksi secara dini gejala awal terjadinya infeksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Deteksi dini terhadap infeksi akan mudah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunkan terjadinya resiko infeksi dan penyebaran bakteri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan deteksi dini terhadap infeksi dan perkembangan luka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Diagnosa Keperawatan 4. :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Resiko kekurangan volume cairan berhubungna dengan pembatasan pemasuka n cairan secara oral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan volume cairan tidak terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intervensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ukur dan catat intake dan output cairan tubuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Awasi vital sign: Evaluasi nadi, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolaborasi dengan tim dokter untuk pemberian cairan intra vena&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Rasional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dokumentasi yang akurat akan membantu dalam mengidentifikasi pengeluaran cairan atau kebutuhan pengganti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indikator hidrasi volume cairan sirkulasi dan kebutuhan intervensi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempertahankan volume sirkulasi bila pemasukan oral tidak cukup dan meningkatkan fungsi ginjal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Barbara Engram, Askep Medikal Bedah, Volume 2, EGC, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carpenito, Linda Jual, Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, 2000, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doenges, Marlynn, E, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi III, EGC, 2000, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elizabeth, J, Corwin, Biku saku Fatofisiologi, EGC, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ester, Monica, SKp, Keperawatan Medikal Bedah (Pendekatan Gastrointestinal), EGC, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peter, M, Nowschhenson, Segi Praktis Ilmu Bedah untuk Pemula. Bina Aksara Jakarta&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-3080150821255423554?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/3080150821255423554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=3080150821255423554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/3080150821255423554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/3080150821255423554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-appendiksitis.html' title='Askep Appendiksitis'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-5710102940021071131</id><published>2009-11-01T03:21:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T03:21:45.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEPERAWATAN'/><title type='text'>Dasar Keperawatan Kardiovaskuler</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anatomi jantung, Lapisan - lapisan jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- &lt;/span&gt;perikardium&lt;br /&gt;- endokardium&lt;br /&gt;- miokardium&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sistem peredaran darah sistemik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;darah dipompakan oleh ventrikel kiri melalui aorta dibawa ke arteri memasuki percabangan arteri yang disebut arteriol menuju ke sekat pemisah arteri dengan vena yang disebut kapiler dibawa ke venula menuju ke vena kava inferior kemudian menuju vena kava superior terakhir masuk atrium kanan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sistem peredaran darah pulmonal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;ventrikel kanan=&gt;aorta pulmonal=&gt;arteri pulmonal=&gt;paru - paru=&gt;vena pulmonal=&gt;atrium kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem peredaran darah koroner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;arteri koroner kanan&lt;br /&gt;arteri koroner kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;COP : jumlah volume darah yang dipompakan oleh jantung dalam waktu 1 menit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sistem konduksi jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;- SA Node&lt;br /&gt;- Traktus Antar Nodes&lt;br /&gt;- AV Node&lt;br /&gt;- Bundle Branch&lt;br /&gt;- Serabut Purkinje&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelainan - kelainan jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- angina pectoris&lt;br /&gt;- infark miokard akut&lt;br /&gt;- hipertensi&lt;br /&gt;- gagal jantung&lt;br /&gt;- peradangan jantung&lt;br /&gt;- old miokard infark&lt;br /&gt;- penyakit jantung bawaan&lt;br /&gt;- insufisiensi katup&lt;br /&gt;- cardiac tamponade&lt;br /&gt;- regurgitasi katup&lt;br /&gt;- penyakit jantung koroner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pemeriksaan - pemeriksaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- echocardiography&lt;br /&gt;- electrocardiography&lt;br /&gt;- pengukuran tekanan darah&lt;br /&gt;- pengukuran enzym jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;obat - obat jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- nitrogliserin&lt;br /&gt;- diuresis&lt;br /&gt;- ACE inhibitor&lt;br /&gt;- beta blocker&lt;br /&gt;- trombolitik&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-5710102940021071131?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/5710102940021071131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=5710102940021071131' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5710102940021071131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5710102940021071131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/dasar-keperawatan-kardiovaskuler.html' title='Dasar Keperawatan Kardiovaskuler'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-4742387818595139297</id><published>2009-11-01T03:19:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T03:20:15.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>ASKEP ERITRODERMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. DEFINISI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eritroderma ( dermatitis eksfoliativa ) adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema seluruh / hampir seluruh tubuh , biasanya disertai skuama ( Arief Mansjoer , 2000 : 121 ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eritroderma merupakan inflamasi kulit yang berupa eritema yang terdapat hampir atau di seluruh tubuh ( www. medicastore . com ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dermatitis eksfoliata generalisata adalah suatu kelainan peradangan yang ditandai dengan eritema dan skuam yang hampir mengenai seluruh tubuh ( Marwali Harahap , 2000 : 28 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dermatitis eksfoliata merupakan keadaan serius yang ditandai oleh inflamasi yang progesif dimana eritema dan pembentukan skuam terjadi dengan distribusi yang kurang lebih menyeluruh ( Brunner &amp;amp; Suddarth vol 3 , 2002 : 1878 ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B. ETIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berdasarkan penyebabnya , penyakit ini dapat dibagikan dalam 2 kelompok :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Eritrodarma eksfoliativa primer&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Penyebabnya tidak diketahui. Termasuk dalam golongan ini eritroderma iksioformis konginetalis dan eritroderma eksfoliativa neonatorum(5–0 % ).&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Eritroderma eksfoliativa sekunder &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Akibat penggunaan obat secara sistemik yaitu penicillin dan derivatnya , sulfonamide , analgetik / antipiretik dan ttetrasiklin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meluasnya dermatosis ke seluruh tubuh , dapat terjadi pada liken planus , psoriasis , pitiriasis rubra pilaris , pemflagus foliaseus , dermatitis seboroik dan dermatitis atopik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit sistemik seperti Limfoblastoma.&lt;br /&gt;( Arief Mansjoer , 2000 : 121 : Rusepno Hasan 2005 : 239 )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;C. ANATOMI FISIOLOGI KULIT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kulit mepunyai tiga lapisan utama : Epidermis , Dermis dan Jaringan sub kutis. Epidermis ( lapisan luar ) tersusun dari beberapa lapisan tipis yang mengalami tahap diferensiasi pematangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kulit ini melapisi dan melindungi organ di bawahnya terhadap kehilangan air , cedera mekanik atau kimia dan mencegah masuknya mikroorganisme penyebab penyakit. Lapisan paling dalam epidermis membentuk sel – sel baru yang bermigrasi kearah permukaan luar kulit. Epidermis terdalam juga menutup luka dan mengembalikan integritas kulit sel – sel khusus yang disebut melanosit dapat ditemukan dalam epidermis. Mereka memproduksi melanin , pigmen gelap kulit. Orang berkulit lebih gelap mempunyai lebih banyak melanosit aktif.&lt;br /&gt;Epidermis terdiri dari 5 lapisan yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Stratum Korneum&lt;br /&gt;Selnya sudah mati , tidak mempunyai intisel , intiselnya sudah mati dan mengandung zat keratin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stratum lusidum&lt;br /&gt;Selnya pipih , bedanya dengan stratum granulosum ialah sel – sel sudah banyak yang kehilangan inti dan butir – butir sel telah menjadi jernih sekali dan tembus sinar. Lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stratum Granulosum&lt;br /&gt;Stratum ini terdiri dari sel – sel pipih. Dalam sitoplasma terdapat butir–butir yang disebut keratohialin yang merupakan fase dalam pembentukan keratin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stratum Spinosum / Stratum Akantosum&lt;br /&gt;Lapisan yang paling tebal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stratum Basal / Germinativum&lt;br /&gt;Stratum germinativum menggantikan sel – sel yang diatasnya dan merupakan sel- sel induk.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Dermis terdiri dari 2 lapisan :&lt;br /&gt;a. Bagian atas , papilaris ( stratum papilaris )&lt;br /&gt;b. Bagian bawah , retikularis ( stratum retikularis )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua jaringan tersebut terdiri dari jaringan ikat lonngar yang tersusun dari serabut – serabut kolagen , serabut elastis dan serabut retikulus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Serabut kolagen untuk memberikan kekuatan pada kulit. Serabut elastis memberikan kelenturan pada kulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Retikulus terdapat terutama di sekitar kelenjar dan folikel rambut dan memberikan kekuatan pada alat tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subkutis&lt;br /&gt;Terdiri dari kumpulan – kumpulan sel – sel lemak dan diantara gerombolan ini berjalan serabut – serabut jaringan ikat dermis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fungsi kulit adalah&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Proteksi – Pengatur suhu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Absorbsi – Pembentukan pigmen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eksresi – Keratinisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sensasi – Pembentukan vit D&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;( Syaifuddin , 1997 : 141 – 142 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;D. PATOFISIOLOGI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dermatitis eksfoliatif terjadi pelepasan stratum korneum ( lapisan kulit yang paling luar ) yang mencolok yang menyebabkan kebocoran kapiler , hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negatif . Karena dilatasi pembuluh darah kulit yang luas , sejumlah besar panas akan hilang jadi dermatitis eksfoliatifa memberikan efek yang nyata pada keseluruh tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada eritroderma terjadi eritema dan skuama ( pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kult sel – sel dalam lapisan basal kulit membagi diri terlalu cepat dan sel – sel yang baru terbentuk bergerak lebih cepat ke permukaan kulit sehingga tampak sebagai sisik / plak jaringan epidermis yang profus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mekanisme terjadinya alergi obat seperti terjadi secara non imunologik dan imunologik (alergik) , tetapi sebagian besar merupakan reaksi imunologik. Pada mekanismee imunologik, alergi obat terjadi pada pemberian obat kepada pasien yang sudah tersensitasi dengan obat tersebut. Obat dengan berat molekul yang rendah awalnya berperan sebagai antigen yang tidak lengkap ( hapten ). Obat / metaboliknya yang berupa hapten ini harus berkojugasi dahulu dengan protein misalnya jaringan , serum / protein dari membran sel untuk membentuk antigen obat dengan berat molekul yang tinggi dapat berfungsi langsung sebagai antigen lengkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;( Brunner &amp;amp; Suddarth vol 3 , 2002 : 1878 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;E. MANIFESTASSI KLINIS &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;v  Eritroderma akibat alergi obat , biasanya secara sistemik. Biasanya timbul secara akut dalam waktu 10 hari. Lesi awal berupa eritema menyeluruh , sedangkan skuama baru muncul saat penyembuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;v  Eritroderma akibat perluasan penyakit kulit yang tersering addalah psoriasis dan dermatitis seboroik pada bayi ( Penyakit Leiner ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;– Eritroderma karena psoriasis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditemukan eritema yang tidak merata. Pada tempat predileksi psoriasis dapat ditemukan kelainan yang lebih eritematosa dan agak meninngi daripada sekitarnya dengan skuama yang lebih kebal. Dapat ditemukan pitting nail.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;– Penyakit leiner ( eritroderma deskuamativum )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usia pasien antara 4 -20 minggu keadaan umum baik biasanya tanpa keluhan. Kelainan kulit berupa eritama seluruh tubuh disertai skuama kasar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;– Eritroderma akibat penyakit sistemik , termasuk keganasan. Dapat ditemukan adanya penyakit pada alat dalam , infeksi dalam dan infeksi fokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;( Arif Masjoor , 2000 : 121 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;F. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Komplikasi eritroderma eksfoliativa sekunder :&lt;br /&gt;- Abses&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Limfadenopati&lt;br /&gt;- Furunkulosis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Hepatomegali&lt;br /&gt;- Konjungtivitis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Rinitis&lt;br /&gt;- Stomatitis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Kolitis&lt;br /&gt;- Bronkitis&lt;br /&gt;( Ruseppo Hasan , 2005 : 239 : Marwali Harhap , 2000 , 28 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;H. PENGKAJIAN FOKUS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengkajian keperawatan yang berkelanjutan dilaksanakan untuk mendeteksi infeksi. Kulit yang mengalami disrupsi , eritamatosus serta basah amat rentan terhadap infeksi dan dapat menjadi tempat kolonisasi mikroorganisme pathogen yang akan memperberat inflamasi antibiotik , yang diresepkan dokter jika terdapat infeksi , dipilih berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BIODATA &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jenis Kelamin&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Biasnya laki – lak 2 -3 kali lebih banyak dari perempuan.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Riwayat Kesehatan&lt;br /&gt;– Riwayat penyakit dahulu ( RPM )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Meluasnya dermatosis keseluruh tubuh dapat terjadi pada klien planus , psoriasis , pitiasis rubra pilaris , pemfigus foliaseus , dermatitis. Seboroik dan dermatosiss atopik , limfoblastoma.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;– Riwayat Penyakit Sekarang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengigil panas , lemah , toksisitas berat dan pembentukan skuama kulit.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pola Fungsi Gordon &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pola Nutrisi dan metabolisme&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Terjadinya kebocoran kapiler , hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negative mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pasien (dehidrasi ).&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pola persepsi dan konsep diri&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;– Konsep diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adanya eritema ,pengelupasan kulit , sisik halus berupa kepingan / lembaran zat tanduk yang besar – besar seperti keras selafon , pembentukan skuama sehingga mengganggu harga diri.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan fisik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;a)      KU : lemah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b)      TTV : suhu naik atau turun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c)      Kepala&lt;br /&gt;Bila kulit kepala sudah terkena dapat terjadi alopesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d)     Mulut&lt;br /&gt;Dapat juga mengenai membrane mukosa terutama yang disebabkan oleh obat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e)      Abdomen&lt;br /&gt;Adanya limfadenopati dan hepatomegali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;f)       Ekstremitas&lt;br /&gt;Perubahan kuku dan kuku dapat lepas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;g)      Kulit&lt;br /&gt;Kulit periorbital mengalami inflamasi dan edema sehingga terjadi ekstropion pada keadaan kronis dapat terjadi gangguan pigmentasi. Adanya eritema , pengelupasan kulit , sisik halus dan skuama.&lt;br /&gt;( Marwali Harahap , 2000 : 28 – 29 : Rusepno Hasan , 2005 : 239 , Brunner &amp;amp; Suddarth , 2002 : 1878 ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN FOKUS INTERVENSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;1. &lt;/em&gt;Gangguan integritas kulit bd lesi dan respon peradangan &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan integritas kuit kembali seperti semula  (normal)&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kriteria hasil : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- menunjukkan peningkatan integritas kulit&lt;br /&gt;- menghindari cidera kulit&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;a. kaji keadaaan kulit secara umum&lt;br /&gt;b. anjurkan pasien untuk tidak mencubit atau menggaruk daerah kulit&lt;br /&gt;c. pertahankan kelembaban kulit&lt;br /&gt;d. kurangi pembentukan sisik dengan pemberian bath oil&lt;br /&gt;e. motivasi pasien untuk memakan nutrisi TKTP&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gangguan rasa nyaman : gatal bd adanya bakteri / virus di kulit&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Setelah dilakuakn asuhan keperawatan diharapkan tidak terjadi luka pada kulit karena gatal&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kriteria hasil :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;- tidak terjadi lecet di kulit&lt;br /&gt;- pasien berkurang gatalnya&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Intervensi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. beritahu pasien untuk tidak meggaruk saat gatal&lt;br /&gt;b. mandikan seluruh badan pasien ddengan Nacl&lt;br /&gt;c. oleskan badan pasien dengan minyak dan salep setelah pakai Nacl&lt;br /&gt;d. jaga kebersihan kulit pasien&lt;br /&gt;e. kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat pengurang rasa gatal&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;3. &lt;/em&gt;Resiko tinggi infeksi bd hipoproteinemia&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tujuan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Setalah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan tidak terjadi infeksi&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kriteria hasil : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;- tidak ada tanda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- tanda infeksi( rubor , kalor , dolor , fungsio laesa )&lt;br /&gt;- tidak timbul luka baru&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Intervensi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;a. monitor TTV&lt;br /&gt;b. kaji tanda – tanda infeksi&lt;br /&gt;c. motivasi pasien untuk meningkatkan nutrisi TKTP&lt;br /&gt;d. jaga kebersihan luka&lt;br /&gt;e. kolaborasi pemberian antibiotik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Brunner 7 Suddarth vol 3 , 2002. KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH, Jakarta : EGG&lt;br /&gt;Doenges M E. 1999. Rencana asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan dokumentasi perawatan pasien edisi 3 , Jakarta : EGC&lt;br /&gt;Harahap Marwali 2000 , Ilmu Penyakit Kulit , Jakarta : Hipokrates&lt;br /&gt;Hasan Rusepno 2005 , Ilmu Keperawatan Anak , Jakarta : FKUI&lt;br /&gt;Mansjoer , Arief , 2000 , Kapita Selekta Kedokteran , Jakarta : EGC&lt;br /&gt;Syaifudin , 1997 , anatomi Fisiologi , Jakarta : EGC&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-4742387818595139297?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/4742387818595139297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=4742387818595139297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4742387818595139297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4742387818595139297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-eritroderma.html' title='ASKEP ERITRODERMA'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-6700140281705723573</id><published>2009-11-01T03:19:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T03:19:38.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Lupus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TINJAUAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;SLE (Sistemisc lupus erythematosus) adalah penyakti radang multisistem yang sebabnya belum diketahui, dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan fulminan atau kronik remisi dan eksaserbasi disertai oleh terdapatnya berbagai macam autoantibodi dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Patofisiologi&lt;br /&gt;Penyakit SLE terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal ( sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin, prokainamid, isoniazid, klorpromazin dan beberapa preparat antikonvulsan di samping makanan seperti kecambah alfalfa turut terlibat dalam penyakit SLE- akibat senyawa kimia atau obat-obatan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada SLE, peningkatan produksi autoantibodi diperkirakan terjadi akibat fungsi sel T-supresor yang abnormal sehingga timbul penumpukan kompleks imun dan kerusakan jaringan. Inflamasi akan menstimulasi antigen yang selanjutnya serangsang antibodi tambahan dan siklus tersebut berulang kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C. Manifestasi Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Sistem Muskuloskeletal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Artralgia, artritis (sinovitis), pembengkakan sendi, nyeri tekan dan rasa nyeri ketika bergerak, rasa kaku pada pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selengkapnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5163109/ASKEPSLE.doc.html"&gt;klik disini... &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-6700140281705723573?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/6700140281705723573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=6700140281705723573' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/6700140281705723573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/6700140281705723573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-lupus.html' title='Askep Lupus'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-2491861475349704821</id><published>2009-11-01T03:18:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T03:18:50.955+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>ASKEP PADA KLIEN DENGAN ERITRODERMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Definisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eritroderma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema di seluruh tubuh atau hamper seluruh tubuh, biasanya disertai skuama.&lt;br /&gt;Eritroderma adalah kemerahan yang abnormal pada kulit yang menyebar luas ke daerah-daerah tubuh (kamus saku kedokteran, Dorland).&lt;br /&gt;Eritroderma, dimana seluruh badan kalihatan kemerahan (eritema), berasa kasekitan, kegatalan dan bersisik halus (&lt;a href="http://aslimtaslim.com/"&gt;http://aslimtaslim.com&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Eritroderma ditandai dengan warna kulit yang kemerahan dan bias mengakibatkan pasien menggigil kedinginan karena banyak kehilangan kalori yang dilepaskan lewat lesi. Eritroderma dan dermatitis exfoliative biasanya dipakai untuk menjelaskan penyakityang sama dalam literature. Eritroderma dijelaskan sebagai dilatasi yang menyebar dari pembuluh darah kutaneus. Apabila proses inflamasi disertai dengan eritroderma secara subtansial akan meningkatkan proliferasi sel epidermal dan mengurangi waktu transit sel melalui epidermis yang bisa menimbulkan sisik bertanda (&lt;a href="http://www.emedicine.com/"&gt;http://www.emedicine.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Etiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyebab yang umum adalah faktor-faktor genetik, akibat pengobatan dengan medikamentosa tertentu dan infeksi. Penyakit ini bisa juga merupakan akibat lanjut (sekunder) dari psoriasis, eksema, dermatitis seboroik, dermatitis kontak, dermatitis atopik, pitiriasis rubra pilaris, dan limfoma maligna. (FK UGM, Yogyakarta).Eritroderma bisa muncul akibat berbagai penyebab, yang paling sering lanjutan dari tahap dini suatu gangguan kulit. Eritroderma juga bisa disebabkan oleh suatu efek samping dari reaksi obat-obatan. Walau bagaimanapun, sebanyak 30% dari semua kasus eritroderma yang dilaporkan, tidak ada penyebab yang jelas ditemukan. Ini yang dinamakan eritroderma idiopatik.&lt;br /&gt;penyebab-penyebab yang paling sering ditemukan pada tahap awal suatu gangguan kulit yang menyebabkan eritroderma ialah :&lt;br /&gt;Dermatitis terutama dermatitis atopik, dermatitis kontak (alergi atau iritan) dan dermatitis stasis (gravitational eczema) dan pada bayi, dermatitis seborrhoiec. Psoriasis ,Pityriasis rubra pilaris, Penyakit-penyakit blister termasuk pemphigug dan pemphigoid bullosa, Limfoma sel-T kutaneus (Sezary syndrome)Eritroderma juga bisa merupakan simtom atau gejala dari penyakit sistemik seperti : Keganasan interna seperti karsinoma rectum, paru-paru, tuba fallopi, dan kolon. Keganasan hematology seperti limfomabdan leukaemia Penyakit Graf Vs Host Infeksi HIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Manifestasi klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini mulai terjadi secara akut sebagai erupsi terjadi bercak-bercak atau eritematous yang menyeluruh disertai gejala panas, rasa tidak enak badan dan kadang-kadang gejala gastrointestinal. Warna kulit berubah dari merah muda menjadi merah gelap. Sesudah satu minggu dimulai gejala eksfoliasi (pembentukan skuama) yang khas dan biasanya dalam bentuk serpihan kulit yang halus yang meninggalkan kulit yang licin serta berwarna merah dibawahnya : gejala ini disertai dengan pembentukan sisik yang baru ketika sisik yang lama terlepas. Kerontokan rambut dapat menyertai kelainan ini eksaserbasi sering terjadi. Efek sistemiknya mencakup gagal jantung kongestif high-output, gangguan intestinal, pembesaran payudara, kenaikan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan gangguan temperature.Peningkatan perfusi darah kulit muncul pada eritroderma yang menyebabkan disregulasi temperature (menyebabkan kehilangan pabas dan hipotermia) dan kegagalan output jantung. Kadar metabolic basal meningkat sebagai kompensasi dari kehilangan suhu tubuh.Epidermis yang matur secara cepat kegagalan kulit untuk menghasilkan barier permeabilitas efektif di stratum korneum. Ini akan menyebabkan kehilangan cairan transepidermal yang berlebihan. Normalnya kehilangan cairan dari kulit diperkirakan 400 ml setiap hari dengan dua pertiga dari hilangnya cairan ini dari proses transpirasi epidermis manakala sepertiga lagi dari perspirasi basal. Kekurangan barier pada eritroderma ini menyebabkan peningkatan kehilangan cairan ekstrarenal. Kehilangan cairan transepidermal sangat tinggi ketika proses pembentukan sisik (scaling) memuncak dan menurun 5-6 hari sebelum sisik menghancur.Hilangnya sisik eksfoliatif yang bias mencapai 20-30 gr/hari memicu kapada timbul kaedaan hipoalbuminemia yang biasa dijumpai pada dermatitis exfoliatifa. Hipoalbiminemia muncul akibat menurunnya sintesis atau meningkatnya metabolisme albumin. Edema biasanya paling sering ditemukan, biasanya akibat peralihan cairan ke ekstrasel. Respon imun mungkin bias berubah, sering adanya peningkatan gammaglobulin, peningkatan serum IgE pada beberapa kasus, dan CD4+ sel-T limfositopenia pada infeksi HIV.Penyakit eritroderma dapat disertai dengan / tanpa rasa gatal. Kulit dapat membaik seperti kuli normal lainnya setelah warna kemerahan, putih atau kehitaman bekas psoriasis bernanah (psoriasis postulosa) dan seluruh kulit akan menjadi merah disertai badan menggigil. Penyakit-penyakit yang diduga menyebabkan timbulnya eritroderma yaitu : PsoriasisMerupakan penyakit kronik, residif yang ditandai dengan adanya plak eritematous, berbatas tegas dengan skuama berlapis-lapis berwarna putih keperakan dan biasanya idiopatik. Penyakit ini bias mengenai siku, lutut, kulit kepala, dan region lumbosakral. Fenomena Koebner (yakni munculnya lesi-lesi baru akibat trauma fisis disekitar lesi lama) biasanya positif, tanda Auspitz (adanya bercak kemerahan akibat terkelupasnya skuama yang ada) juga positif, fenomena tetesan lilin (bila ada skuama digaruk, maka timbul warna putih keruh seperti tetesan lilin) positif. Bila tidak ada tanda-tanda tersebut, kausa psoriasis bias disingkirkan. Pitiriasis rubra pilarisMerupakan penyakit eritroskuamosa yang menyerupai psoriasis dan dermatitis seboroik, dengan penyebab idiopatik. Perbedaannya terutama pada orientasi lesi yang folikuler, dengan erupsi yang relative lebih coklat disbanding psoriasis dan dermatitis seboroik. Pitiriasis seboroik jarang atau tak pernah mengenai kulit kepala. Dermatitis seboroik merupakan dermatitis yang terjadi pada daerah seboroik (daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea / lemak), seperti batok kepala, alis, kelopak mata, lekukan nasolabial, dengan kelainan kulit berupa lesi dengan batas tak teratur, dasar kemerahan, tertutup skuama agak kuning dan berminyak.&lt;br /&gt;Dermatitis kontak alergiMerupakan dermatitis yang terjadisetelah adanya kontak dengan suatu bahan, secara imunologis. Reaksi ini termasuk reaksi hipersensitivitas lambat tipe IV. Wujud kelainan kulit bias berupa eritem/edema/vesikel yang bergerombol atau vesikel yang membasah, disertai rasa gatal. Bila kontak berjalan terus, maka dermatitis ini dapat menjalar ke daerah sekitarnya dan keseluruh tubuh.&lt;br /&gt;Dermatitis fotokontak alergiMerupakan dermatitis yang terjadi setelah adanya kontak dengan suatu bahan, secara imunologis. Reaksi ini termasuk reaksi hipersensitivitas lambat tipe IV. Wujud kelainan kulit bias berupa eritem/edema/vesikel yang bergerombol atau vesikel yang membasah, disertai rasa gatal. Bila kontak berjalan terus, maka dermatitis ini dapat menjalar ke daerah sekitarnya dan keseluruh tubuh.&lt;br /&gt;Dermatitis atopikWujud kelainan berupa papula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Patofisioligi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Gambaran histologisBerdasarkan penyebabnya eritroderma dibagi menjadi 4 bagian :&lt;br /&gt;a. Eritroderma akibat alergi obat secara sistemikBanyak obat yang bisa menyebabkan alergi, tetapi yang sering ialah : penisilin dan derivatnya (ampisilin, amoxilin, kloksasilin), sulfonamid, golongan analgesic antipiretik (misalnya asam salisilat, metamisol, parasetamol, fenibutason, piramidon) dan tetrasiklin, termasuk jamu.Alergi obat-obatan bias memaparkan eosinofil diantara infiltrate eosinofil, Mikosis fungoides/sezary syndrome bisa membentuk gambaran infiltrate seperti monotonous band yang terdiri dari sel mononuclear-cerebriform yang besar, sepanjang dermoepidermal junction atau sekitar pembuluh darah di dalam dermis papillary, epidermitropism tanpa spongiosis dan mikroabses pautrier tanpa epidermis&lt;br /&gt;b. Eritroderma akibat perluasan penyakit kulitPenyakit kulit yang bisa meluas menjadi eritroderma misalnya psoriasis, pemfigus follasius, dermatitis atopik, pitiriasis rubra pilaris, liken planus, dermatitis seboroik pada bayi.&lt;br /&gt;c. Eritroderma akibat penyakit sistemik termasuk keganasan Berbagai penyakit atau kelainan alat dalam termasuk keganasan dan infeksi fokal alat dalamd. IdiopatikSpecimen histologik tidak spesifik walau bagaimanapun, ulangan biopsy bisa menunjukan bukti dari mikosis fungiodes .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Gambaran klinika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;eritroderma akibat alergi obat secara sistemikYang dimaksud masuknya obat secara sistemik yaitu masuknya obat kedalam badan melalui beberapa jalan antara lain :melalui mulut, hidung, suntikan/infus, rektum, vagina, sebagai obat mata, obat kumur, tapal gigi atau obat luar kulit.Umumnya alergi timbul secara akut dalam waktu 10 hari. Mula-mula kulit berwarna kemerahan yang menyeluruh tanpa disertai skuama. Pada waktu penyembuhan baru timbul skuama.b. Eritoderma akibat peluasan penyakit kulit.Yang sering terjadi adalah akibat psoriosis dan dermatitis seboreik pada bayi (penyakit leiner) .&lt;br /&gt;1) Eritroderma akibat psoriasis Pada anamnesis hendaknya ditanyakan apakah pernah menderita psoriasis, penyakit bersifat menahun dan residif dengan skuama yang berlapis-lapis dan kasar diatas kulit yang eritematosa dengan batas yang tegas&lt;br /&gt;2) Penyakit linear = Erirtoderma deskuamativum Kelainan ini hamper selalu memperlihatkan skuama yang banyak dan kekuning-kuningan di kepala.&lt;br /&gt;Usia penderita sekitar 4 minggu s/d 20 minggu.&lt;br /&gt;Keadaan umum baik, biasanya tanpa keluhan. K&lt;br /&gt;kelainan kulit berupa eritemadiseluruh tubuh penderita disertai skuama kasar.&lt;br /&gt;c. Eritroderma akibat penyakit sistemik termasuk keganasanYang sering yaitu sindroma sezary.Penyakit ini termasuk limfoma, ada yang mengatakan sadium dini mikosis fungoides, terdapat pada orang dewasa pada laki-laki usia 64 tahun dan pada wanita usia 53 tahun. Ditandai dengan eritema yang menyeluruh disertai skuama yang kasar dan berlapis-lapis dan rasa gatal yang hebat. Juga terdapat infiltrasi pada kulit yang edema. Sebagian penderita terdapat splenomegali, limpadenopati superficial, alopesia, hiperpigmentasi, hyperkeratosis palmaris dan plantaris, serta kuku yang disropi. Adanya sel sezary pada darah perifer dan infiltrasi pada dermis bagian atas adalah agak khas pada biopsy sindroma ini.Eritroderma biasanya muncul pada mereka yang berusia diatas 40 tahun. Biasanya lebih bayak mengenai lak-laki dibandingkan dengan wanita. Gejala dan syndrome eritroderma : Kemerahan kulit general (eritema) dan pembengkakan yang meliputi 90 % atau lebih dari seluruh permukaan kulit. Serous ooze’, hasil dari pakaian yang melekat di kulit dan bau yang tidak menyenangkan. Penyisikan 2-6 hari selepas onset eritema, seperti empingan yang besar. Berbagai derajat kegatalan yang kadang kala tidak bisa ditoleransi Penebalan sisik pada kepala dengan berbagai derajat keguguran rambut termasuk kebotakan total Penebalan telapak tangan dan kaki (keratoderma) Pembengkakan kelopak mata isa menyebabkan ectropion (permukaan dalam kelopak mata terpapar keluar) Kuku menjadi pecah dan menebal bahkan sampai tercabut Eriroderma yang lama bias menyebabkan perubahan pigmen (bercak coklat dan/atau putih pada kulit) Infeksi sekunder bisa menyebabkan munculnya pustule dan krusta Pembesaran kelenjar limfe (limfadenopati) Kontrol temepratur yang abnormal yang mengakibatkan demam dan menggigil atau hipotermia Meninkatkan denyut jantungsebagai akibat dari gagal jantung yang tidak ditangani atau kasus-kasus berat yang biasanya terjadi pada orang tua Kadar elektrolit yang abnormal serta dehidrasi akibat kehilangan cairan lewat kulit Kadar serum albumin yang rendah akibat kehilangan protein dan peningkatan kadar metabolik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi yang sering terjadi, yaitu : Infeksi sekunder oleh bakteri Septikemia Diare Pneumoni Gangguan metabolic melibatkan suatu resiko hipotemia, dekompensasi kordis, kegagalan sirkulasi perifer, dan tromboplebitis. Bila pengobatan kurang baik akan terjadi degenerasi visceral yang menyebabkan kematian.(FK UGM, Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penatalaksanaan adalah untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta elektrolit dan mencegah infeksi tetapi bersifat individual serta suportif dan harus segera dimulai begitu diagnosisnya ditegakan.Pasien harus dirawat di rumah sakit dan harus tirah baring. Semua obat yang terlibat harus dihantikan pemakaiannya, suhu kamar yang nyaman harus dipertahankan karena pasien tidak memiliki kontrol termolegulasi yang normal sebagai akibat dari fluktuasi suhu karena vasodilatasi dan kehilangan cairan lewat evaporasi. Keseimbangan cairan dan elektrolit harus dipertahankan karena terjadinya kehilangan air dan protein yang cukup besar dari permukaan kulit. Preparat expander mungkin diperlukan. (Brunner &amp;amp; suddart)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan laboratorium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan eusinofilia pada dermatitis exfoliativa oleh karena dermatitis atopik. Gambaran lainnya adalah sedimen yang meningkat, turunnya albumin serum dan globulin serum yang relatif meningkat, serta tanda disfungsi kegagalan jantung dan intestinal (tidak spesifik).(Cermin Dunia Kedokteran No. 74, 1992)TerapiPerawatan di rumah sakit sangat dianjurkan untuk memperoleh perawatan medis dan pemeriksaan laboratorium yang baik. Pengobatan topikal pelembut (untuk mandi berupa emulsi dan mungkin juga bentuk-bentuk lain) sangat membentu. Kortikosteroid (prednisone 40 mg setiap hari dalam dosis pemeliharaan) juga diberikan. Obat-obat tersebut mengurangi kekakuan dari gejala yang ada. Antibiotik diperlukan juga bila diduga ada infeksi sekunder.Perawatan di rumah sakit tidak diperlukan bila pasien dianggap kooperatif dengan dokter yang merawat, para pasien/penderita dermatitis exfoliativa menunjukan adanya perbaikan , hanya dengan sistem rawat jalan saja. (FK UGM, Yogyakarta)&lt;br /&gt;Pengobatan  Sistemik Diet tinggi protein pada eritroderma yang sudah lama Kortikosteroid oral : prednisonGolongan&lt;br /&gt;1 : dosis prednison 3 x 10 mg – 4 x 10 mg/hari  Obat yang dicurigai sebagai penyebab dihentikanGolongan&lt;br /&gt;2 : dosis permulaan 4 x 10 mg Jika tak tampak perbaiakan dalam beberapa hari dosis dinaikan. Bila tampak perbaikan dosis diturunkan perlahan. Kalau akibat penyakit linear, dosis prednison 3 x (1-2) mg/hari. Kalau akibat terapi lokal pada psoriasis maka dihentikanGolongan&lt;br /&gt;3 : syndrome sezary : selain kortikosteroid, juga sistostatika (klorambusil 2-6 mg sehari) Lokal : Diolesi emoliea, misalnya salep lanolin 10 %(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cermin Dunia Kedokteran No. 32, 1984)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PrognosisDermatitis exfoliativa memiliki prognosis yang kurang baik sementara banyak penulis lain yang mengatakan bahwa prognosis dermatitis exfoliativa pada umumnya baik; tentu saja tidak terlepas dari faktor penyakit yang mendasari dan kondisi penderita itu sendiri. (FK UGM, Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Asuhan keperawatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. PengkajianPengkajian keperawatan berkelanjutan dilaksanakan untuk mendeteksi infeksi. Kulit yang mengalami desrupsi eritematosa basah amat rentan terhadap infeksi dan dapat menjadi tempat kolonisasi organisasi pathogen yang amat memperberat inflamasi. Anti biotic yang diresepkan dokter jika terdapat infeksi dipilih berdasarkan hasil kultur dan tes sensitifitas. “Pasien diobservasi untuk memantau tanda-tanda dan gejala gagal jantung kongestif karena hiperenia serta peningkatan aliran darah kulit dapat menimbulkan gagal jantung yang dapat menyebabkan high-output.”Hipotermia dapat pula terjadi karena peningkatan aliran darah dalam kulit yang ditambah lagi dengan kehilangan air lewat kulit sehingga terjadi kehilangan panas lewat radiasi, konduksi dan evaporasi. Perubahan pada tanda-tanda vital harus dipantau dengan ketat dan dilaporkan.Sebagaimana setiap dermatitis yang akut, terapi topikal digunakan untuk meredakan gejala (terapi simtomatik). Rendaman yang meringankan gejala kompres dan pelemasan kulit dengn preparat emolien dipakai untuk mengobati dermatitis yang kuat. Pasien cenderung menjadi sangat mudah tersinggung karena rasa gatalnya yang hebat. Preparat kortikosterid oral atau parenteral dapat diresepkan kalau penyakit tersebut tidak terkendali oleh terapi yang lebih konservatif. Setelah penyebabnya yang spesifik, terapi yang diberikan dapat lebih spesifik. Pasien dinasehati untuk menghindari semua iritan demasa mendatang, khususnya obat-obatan (Brunner &amp;amp; Suddart).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diagnosa Keperawatana) Gangguan keseimbangan cairan berhubungan dengan kehilangan cairan berlebihan transdermal dan edema.&lt;br /&gt;b) Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kulit kering bersisik.&lt;br /&gt;c) Gangguan body image berhubungan dengan perubahan pigmen kulit.&lt;br /&gt;d) Resti infeksi berhubungan dengan postula dan krusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://aslimtaslim.com/"&gt;http://aslimtaslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.emedicine.com/"&gt;http://www.emedicine.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dermatitis Exfoliativa Imtikhananik.Yogyakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Brunner and Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal-Bedah Edisi 8, Volume 3. EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Siregar, dkk. 1990. Ekzema Dermatitis, dalam : Harahap, M. (ed) : Penyakit Kulit. Gramedia : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Utama Wahyudhy, Harry. S.Ked dan Kurniawan, Dedy. S.Ked. 2007. Erupsi Alergi Obat. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya : Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/bipkk/article/view/146"&gt;http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/bipkk/article/view/146&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://www.gatra.com/"&gt;http://www.Gatra.com&lt;/a&gt;. 2004-04.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;a href="http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/bipkk/article/view/928"&gt;http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/bipkk/article/view/928&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;a href="http://www.portalkalbe.com/"&gt;http://www.portalkalbe.com&lt;/a&gt;. Oleh : Adhi, Djuanda. Dr. Pengobatan Dengan Kortikosteroid Sistemik dalam Dermatolog. Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Doenges,Marlynn E.1999. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien.EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Nanda.Panduan Diagnosa Keperawatan : definisi dan klasifikasi 2005-2006. Prima medika : Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-2491861475349704821?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/2491861475349704821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=2491861475349704821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2491861475349704821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2491861475349704821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-pada-klien-dengan-eritroderma.html' title='ASKEP PADA KLIEN DENGAN ERITRODERMA'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-1931793203524832789</id><published>2009-11-01T03:14:00.000+07:00</published><updated>2009-11-01T03:17:23.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>ASKEP PEMFIGUS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. DEFINISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemfigus vulgaris adalah dermatitis vesikulobulosa reuren yang merupakan kelainan herediter paling sering pada aksila, lipat paha, dan leher disertai lesi berkelompok yang mengadakan regresi sesudah beberapa minggu atau beberapa bulan (Dorland, 1998)&lt;br /&gt;Pemfigus vulgaris merupakan penyakit serius pada kulit yang ditandai dengan timbulnya bulla (lepuh) dengn berbagai ukuran (misalnya 1-10 cm) pada kulit yang tampak normal dan membrane ukosa (misalnya mulut dan vagina) (Brunner, 2002)&lt;br /&gt;Pemfigus vulgaris adalah salah satu penyakit autoimun yang menyerang kulit dan membrane mukosa yag menyebabkan timbulnya bula atau lepuh biasanya terjadi di mulut, idung, tenggorokan, dan genital (&lt;a href="http://www.pemfigus.org.com/"&gt;www.pemfigus.org.com&lt;/a&gt;) Pada penyakit pemfigus vulgaris timbul bulla di lapisan terluar dari epidermis klit dan membrane mukosa. Pemfigus vulgaris adalah “autoimmune disorder” yaitu system imun memproduksi antibody yang menyerang spesifik pada protein kulit dan membrane mukosa. Antibodi ini menghasilkan reaks yang menimbulkan pemisahan pada lapisan sel epidermis (akantolisis) satu sama lain karena kerusakan atau abnormalitas substansi intrasel. Tepatnya perkembangan antibody menyerang jaringan tubuh (autoantibody) belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. ETIOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyebab dari pemfigus vulgaris dan factor potensial yang dapat didefinisikan antara lain:1. Faktor genetic&lt;br /&gt;2. UmurInsiden terjadinya pemfigus vulgaris ini meningkat pada usia 50-60 tahun. Pada neonatal yang mengidap pemfigus vulgaris karena terinfeksi dari antibody sang ibu.3. Disease associationPemfigus terjadi pada pasien dengan penyakit autoimun yang lain, biasanya myasthenia gravis dan thymoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. MANIFESTASI KLINIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pasien pada mulanya ditemukan dengan lesi oral yang tampak sebagai erosi yang bentuk ireguler terasa nyeri, mudah berdarah dan sembuhnya lambat. Bulla pada kulit akan membesar, pecah dan meninggalkan daerah-daerah erosi yang lebar serta nyeri yang disertai dengan pembentukan kusta dan perembesan cairan. Bau yang menusuk dan khas akan memancar dari bulla dan serum yang merembes keluar. Kalau dilakukan penekanan yang minimal akan terjadi pembentukan lepuh atau pengelupasan kulit yang normal (tanda Nicolsky) kulit yang erosi sembuh dengan lambat sehingga akhirnya daerah tubuh yang terkena sangat luas , superinfeksi bakteri sering yang terjadi. Komplikasi yang sering pada pemfigus vulgaris terjadi ketika proses penyakit tersebut menyebar luas. Sebelum ditemukannya kortikosteroid dan terapi imunosupresif, pasien sangat rentan terhadap infeksi sekunder. Bakteri kulit mudah mencapai bula karena bula mengalami perembesan cairan, pacah dan meninggalkan daerah terkelupas yang terbuka terhadap lingkungan. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit karena kehilangan cairan serta protein ketika bula mengalami rupture. Hipoalbuminemia lazim dijumpai kalu proses mencapai kulit tubuh dan membrane mukosa yang luas (Brunner, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. KOMPLIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Secondary infection Salah satunya mungkin disebabkan oleh sistemik atau local pada kulit. Mungkin terjadi karena penggunaan immunosupresant dan adanya multiple erosion. Infeksi cutaneus memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan resiko timbulnya scar.&lt;br /&gt;2. Malignansi dari penggunaan imunosupresifBiasanya ditemukan pada pasien yang mendapat terapi immunosupresif.&lt;br /&gt;3. Growth retardationDitemukan pada anak yang menggunakan immunosupresan dan kortikosteroid.&lt;br /&gt;4. Supresi sumsum tulang Dilaporkan pada pasien yang menerima imunosupresant. Insiden leukemia dan lymphoma meningkat pada penggunaan imunosupresif jangka lama.&lt;br /&gt;5. OsteoporosisTerjadi dengan penggunaan kortikosteroid sistemik&lt;br /&gt;6. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolitErosi kulit yang luas, kehilangan cairan serta protein ketika bulla mengalami rupture akan menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Kehilangan cairan dan natrium klorida ini merupakan penyebab terbanyak gejala sistemik yang berkaitan dengan penyakit dan harus diatasi dengan pemberian infuse larutan salin. Hipoalbuminemia lazim dijumpai kalau proses mencapai kulit tubuh dan membrane mukosa yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EVALUASI DIAGNOSTIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pemeriksaan visual oleh dermatologis&lt;br /&gt;2. Biopsi lesi, dengan cara memecahkan bulla dan membuat apusan untuk diperiksa di bawah mikroskop atau pemeriksaan immunofluoresent.&lt;br /&gt;3. Tzank test, apusan dari dasar bulla yang menunjukkan akantolisis&lt;br /&gt;4. Nikolsky’s sign positif bila dilakukan penekanan minimal akan terjadi pembentukan lepuh dan pengelupasan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENATALAKSANAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan terapi adalah untuk mengendalikan penyakit secepat mungkin, mencegah infeksi sekunder dan meningkatkan pembentukan tulang epitel kulit (pembaharuan jaringan epitel). Kortikosteroid diberikan dengan dosis tinggi untuk mengendalikan penyakit dan menjaga kulit dari bulla. Kadar dosis yang tinggi dipertahankan sampai kesembuhan terlihat jelas. Pada sebagian kasus, terapi kortikosteroid harus dipertahankankan seumur hidup penderitanya.Kortikosteroid diberikan bersama makanan atau segera sesudah makan dan dapat disertai dengan pemberian antacid sebagai profilaksis untuk mencegah komplikasi lambung. Yang penting pada penatalaksanaan terapeutik adalah evaluasi berat badan, tekanan darah, kadar glukosa darah dan keseimbangan darah setiap hari . Preparat imunosupresif (azatioprin, ziklofosfamid, emas) dapat diresepkan dokter untuk mengendalikan penyakit dan mengurangi takaran ktikosteroid. Plasmaferesis (pertukaran plasma). Secara temporer akan menurunkan kadar antibody serum dan pernah dihasilkan keberhasilan yang bervariasi sekalipun tindaka ini dilakukan untuk kasus yang mengancam jiwa pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. PROSES KEPERAWATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt;1. Identitas pasien dan keluarga (penanggung jawab)Nama, umur, jenis kelamin, alamat, golongan darah, penghasilan, hubungan pasien dengan penanggung jawab, dll.&lt;br /&gt;2. Riwayat pasien sekarangPada umumnya penderita pemfigus vulgaris biasanya dirawat di rumah sakit pada suatu saat sewaktu terjadi pada suatu saat sewaktu terjadi eksaserbasi, perawat segera mendapatkan bahwa pemfigus vulgaris bisa menjadi penyebab ketidakmampuan bermakna. Gangguan kenyamanan yang konstan dan stress yang dialami pasien serta bau lesi yang amis.&lt;br /&gt;3. Riwayat penyakit terdahuluHaruslah diketahui baik yang berhubungan dengan system integument maupun penyakit sistemik lainnya. Demikian pula riwayat penyakit keluarga, terutama yang mempunyai penyakit menular, herediter.&lt;br /&gt;4. Pemeriksaan fisik Pengkajian kulit melibatkan seluruh area kulit, termasuk membrane mukosa, kulit kepala dan kuku. Kulit merupakan cermin dari kesehatan seseorang secara menyeluruh dan perubahan yang terjadi pada kulit umumnya berhubungan dengan penyakit pada system organ lain. Inspeksi dan palpasi merupakan prosedur utama yang digunakan dalam memeriksa kulit. Lesi kulit merupakan karakteristik yang paling menonjol pada kelainan dermatologic. Pada pasien pemfigus vulgaris muncul bulla yaitu suatu lesi yang berbatas jelas, mengandung cairan, biasanya lebih dari 5 mm dalam diameter, dengan struktur anatomis bulat. Inspeksi keadaan dan penyebaran bulla atau lepuhan pada kulit. Sebagian besar pasien dengan pemfigus vulgaris ditemukan lesi oral yang tampak tererosi yang bentuknya ireguler dan terasa sangat nyeri, mudah berdarah, dan sembuhnya lambat. Daerah-daerah tempat kesembuhan sudah terjadi dapat memperlihatkan tanda-tanda hiperpigmentasi. Vaskularitas, elastisitas, kelembapan kulit, dan hidrasi harus benar-benar diperhatikan. Perhatian khusus diberikan untuk mengkaji tanda-tanda infeksi.&lt;br /&gt;5. Pengkajian psikologisDimana pasien dengan tingkat kesadaran menurun, maka untuk data psikologisnya tidak dapat di dinilai, sedangkan pada pasien yang tingkat kesadarannya agak normal akan terlihat adanya gangguan emosi, perubahan tingkah laku emosi yang labil, iritabel, apatis, kebingungan keluarga pasien karena mengalami kecemasan sehubungan dengan penyakitnya. Data social yang diperlukan adalah bagaimana pasien berhubungan dengan orang terdekat dan lainnya, kemampuan berkomunikasi dan perannya dalam keluarga. Serta pandangan pasien terhadap dirinya setelah mengalami penyakit pemfigus vulgaris.&lt;br /&gt;6. Data/pangkajian spiritualDiperlukan adalah ketaatan terhadap agamanya, semangat dan falsafah hidup pasien serta ketuhanan yang diyakininya.&lt;br /&gt;7. Pemeriksaan diagnostico Nikolsky’s signo Skin lesion biopsy (Tzank test)o Biopsy dengan immunofluorescene&lt;br /&gt;8. Penatalaksanaan umumo Kortikosteroido Preparat imunosupres (azatioprin, siklofosfamid, emas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa KeperawatanBerdasarkan data-data hasil pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan pasien mencakup:&lt;br /&gt;1. Nyeri pada rongga mulut berhubungan dengan rangsangan ujung-ujung saraf karena pembentukan bulla dan erosi.&lt;br /&gt;2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan rupture bulla dan daerah kulit yang terbuka (terkelupas)&lt;br /&gt;3. Ansietas dan kemampuan koping tidak efektif berhubungan dengan penampilan kulit dan tidak ada harapan untuk kesembuhan.&lt;br /&gt;4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan keadaan dan penampilan kulit.&lt;br /&gt;5. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilan cairan dan protein akibat bulla ruptur&lt;br /&gt;6. Resiko infeksi dan sepsis berhubungan dengan kerusakan permukaan kulit&lt;br /&gt;Masalah Kolaborasi&lt;br /&gt;Berdasarkan data-data hasil pengkajian, komplikasi yang potensial mencakup:&lt;br /&gt;1. Infeksi dan sepsis yang berhubungan dengan hilangnya barier protektif kulit dan membrane mukosa&lt;br /&gt;2. Kurang volume cairan dan yang berhubungan dengan hilangnya cairan jaringan.&lt;br /&gt;Perencanaan dan implementasi Sasaran utama bagi pasien pemfigus vulgaris dapat mencakup peredaan gangguan rasa nyaman akibat lesi, kesembuhan kulit, berkurangnya ansietas atau kecemasan serta perbaikan kemampuan koping dan tidak terdapatnya komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Brunner &amp;amp; Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Volume 3.EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges, E., Marilyn. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3.EGC : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phipps &amp;amp; Woods. 1991. Medical Surgical Nursing concepts and Clinical Practice. Fourth Edition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahayu, Sri. Course Book. Medikal Surgical Nursing. Unit 1. Intergument System.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sylvia, A. Price. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. EGC : Jakarta. &lt;a href="http://www.pemfigus.org.com/"&gt;www.pemfigus.org.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhi, Djuanda Dr. Pengobatan dengan Kortikosteroid Sistemik dalam Dermatologi.http://www.portalkalbe.com. &lt;a href="http://www.medicalholistik.com/"&gt;www.medicalholistik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-1931793203524832789?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/1931793203524832789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=1931793203524832789' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/1931793203524832789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/1931793203524832789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/11/askep-pemfigus.html' title='ASKEP PEMFIGUS'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-4388420646477705010</id><published>2009-10-19T23:54:00.002+07:00</published><updated>2009-10-19T23:57:10.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tips Diet Secara Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nt1knDXPQbQ/StyaU6WbQsI/AAAAAAAAB4U/ZXZmTszXv94/s1600-h/free-diet-programs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nt1knDXPQbQ/StyaU6WbQsI/AAAAAAAAB4U/ZXZmTszXv94/s400/free-diet-programs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394356137734390466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diet masih menjadi kata 'mujarab' untuk membuat stabil berat badan. Berikut tips diet yang layak menjadi perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makanlah sebelum menghadiri undangan makan. Santaplah telur rebus, apel dan minumlah teh atau diet soda sebelum pergi ke tempat resepsi. Ini akan membantu mengerem nafsu makan Anda di pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan "membuat" diri Anda gemuk dengan selalu "memenuhi" permintaan perut. Anda bisa dengan mudah menyantap 600 kalori kue kering dan sereal tanpa Anda sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bawalah rantang makan siang ke kantor. Kalau bisa jangan makan siang di luar. Ini akan membantu mencegah Anda makan siang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Santap lebih banyak sup. Sup tanpa krim biasanya rendah kalori dan lumayan membuat kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Usahakan menyantap menu rendah kalori dulu sebelum menyantap menu lain. Mulailah dengan salad, sayuran, dan sup kaldu, baru kemudian daging di urutan terakhir. Pada saat giliran sampai ke daging, perut sudah cukup penuh untuk menu tinggi kalori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan gunakan piring dinner. Gunakan piring salad setiap kali Anda makan siang atau makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Yakinkan bahwa setengah porsi makan siang dan makan malam Anda adalah sayur dan buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jadikan makan sebagai aktivitas yang memiliki tujuan, yakni hidup sehat. Nikmati saat makanan masuk ke mulut, masuk ke pencernaan. Yakinkan bahwa makanan itu akan memberikan nutrisi bagi tubuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tambahkan satu porsi buah-buahan atau sayuran pada menu Anda. Jika sudah terbiasa, tambahkan lagi satu porsi hingga 8 porsi sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Berolahragalah. Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Berarobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Makan pagilah, juga makan siang dan makan malam. Sebagian besar mereka yang berjuang untuk menghindari hobi makan di tengah malam adalah mereka yang makan tidak teratur atau makan tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ubahlah jadwal kegiatan malam hari Anda. Kalau biasanya Anda hobi begadang, cobalah kurangi sedikit demi sedikit. Tak gampang memang, tapi lama kelamaan ini akan membuat tangan dan pikiran Anda lupa pada cemilan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Jika Anda terbiasa ngemil ketika stres, kini saatnya untuk berubah. Anda harus fokus mencari cara lain yang lebih sehat. Cari metode mengatasi stres yang tanpa melibatkan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tulis di atas secarik kertas label, "Tutup setelah makan malam." Tempelkan di pintu kulkas Anda dan kuncilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Gosok gigi segera setelah makan malam untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Makanlah pada saatnya. Dan jangan melakukan hal-hal lain pada waktu makan, seperti membaca, nonton TV, atau browsing internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Berjalanlah 3 kali keliling lantai mal sebelum Anda shopping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Nova)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-4388420646477705010?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/4388420646477705010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=4388420646477705010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4388420646477705010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/4388420646477705010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/10/tips-diet-secara-sehat.html' title='Tips Diet Secara Sehat'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nt1knDXPQbQ/StyaU6WbQsI/AAAAAAAAB4U/ZXZmTszXv94/s72-c/free-diet-programs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-7959901765220764048</id><published>2009-10-19T23:53:00.000+07:00</published><updated>2009-10-19T23:54:52.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info sehat'/><title type='text'>Gahaya Minuman Soft Drink Bagi Tubuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;Tahukah Anda 10 alasan untuk tak minum soft drink, berikut alasannya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://i397.photobucket.com/albums/pp57/promediaku/soft-drink.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;1. Soft drinks menguras air dalam tubuh kita. Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tapi malah menghabiskannya. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam soft drinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh kita.Untuk mengganti air ini, anda harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang anda minum !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;2. Soft drinks tidak pernah menghilangkan rasa haus anda, karena soft drinks bukanlah air yang diperlukan tubuh anda. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus menerus akan menyebabkan dehidrasi Seluler Kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat sel. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;3. Tingkat kandungan fosfat yang tinggi dalam soft drinks dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Soft drinks terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan Penyakit Jantung (kekurangan magnesium), Osteoporosis (kekurangan kalsium) dan banyak lagi. Sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;4. Soft drinks dapat membersihkan karat pada bumper mobil atau benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;5. Jumlah gula yang tinggi dalam soft drinks menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan “benturan gula”. Kelebihan dan kekurangan gula dan insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidak seimbangan dalam tubuh. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan anak yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;6. Soft drinks sangat mempengaruhi pencernaan. Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya tubuh tidak menyerap gizi sama sekali dari makanan yang baru dimakan, bahkan yang sudah dimakan beberapa jam sebelumnya. Bila dimakan bersamaan dengan kentang goreng akan memakan waktu berminggu-minggu untuk dicerna. Jadi tidak ada yang lebih buruk dari pada soft drinks yang bisa kita simpan di dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;7. Soft drinks diet mengandung aspartame, yang dihubungkan dengan depresi, insomnia, penyakit saraf dan banyak penyakit lainnya. FDA telah menerima lebih dari 10.000 keluhan konsumen terhadap aspartame, 80% diantaranya mengeluhkan zat aditif pada makanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;8. Soft drinks bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng aluminium dan dapat melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama. Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;9. Soft drinks bersifat sangat asam : Tubuh manusia secara alamiah memliki pH 7,0. Soft drinks memiliki pH 2,5 artinya anda memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam ke dalam tubuh anda ! Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Soft drinks dan makanan asam lainnya mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan disekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau radang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang semakin rendah pH tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;10. Jangan pernah berfikir untuk meneguk soft drinks ketika anda demam, flu atau lainnya. Soft drinks akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-7959901765220764048?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/7959901765220764048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=7959901765220764048' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/7959901765220764048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/7959901765220764048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/10/gahaya-minuman-soft-drink-bagi-tubuh.html' title='Gahaya Minuman Soft Drink Bagi Tubuh'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-2672298298420019398</id><published>2009-08-09T19:38:00.000+07:00</published><updated>2009-08-09T19:40:38.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Porsi Otak Pria: Setengahnya Sex!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering merasa sulit memahami jalan pikiran pria? Anda tidak sendiri. Tampaknya, masalah ini memang menjadi problem banyak wanita. Menurut Allan dan Barbara Pease dalam buku Why Men Don’t Listen &amp;amp; Women Can’t Read Maps, hal ini disebabkan jalan pikir wanita dan pria yang bisa bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;img src="http://i163.photobucket.com/albums/t301/soekoco/74785_otak_pria_thumb_300_225.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, dalam buku tersebut kita bisa mempelajari pikiran pria dengan cara memahami tiap bagian otak kaum Adam. Penasaran, ingin tahu apa saja isi otak pria? Ini penjelasannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, bahwa bagian terbesar dari otak pria adalah dorongan seks. Hal ini juga menjelaskan mengapa pria tampak sangat beminat pada urusan seks. Jadi, kalau Anda mendapati kalender bergambar wanita berbikini atau memergoki rekan kerja pria mencuri waktu mengakses situs porno di internet, tak usah kaget. Habis, rupanya areal untuk seks memang menempati porsi yang paling besar di otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porsi terbesar kedua menandakan keinginan untuk berpetualang atau mengejar sesuatu yang berbahaya, keinginan berolahraga, dan keinginan mengganti-ganti remote control televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, bagian terkecilnya menunjukkan kemampuan mencari barang di lemari es atau pakaian, kemampuan mendengarkan, kemampuan mengerjakan tugas-tugas domestik, keinginan untuk meletakkan penutup kloset pada tempatnya, dan kemampuan untuk tidur dengan nyenyak ketika anak menangis pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Allan dan Barbara Pease dalam buku Why Men Don’t Listen &amp;amp; Women Can’t Read Maps, ‘tata letak’ otak pria itu bisa menjelaskan mengapa kaum wanita sering mengeluhkan hal-hal yang menjadi kebiasaan buruk pria, yaitu sukar mencari barang (ataupun meletakkan barang) di tempatnya, tidak suka membantu pekerjaan rumah tangga, maupun menolong menggantikan popok ketika bayi Anda menangis malam-malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ikut balapan mobil atau motor, atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran dan di depan TV, prialah ‘raja’nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan memahami bagan otak pria, barangkali kini Anda dapat menjadi lebih ‘pengertian’ terhadap jalan pikirannya. Dan tak akan terlampau kesal dan jengkel bila pasangan Anda melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-2672298298420019398?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/2672298298420019398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=2672298298420019398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2672298298420019398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2672298298420019398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/08/porsi-otak-pria-setengahnya-sex.html' title='Porsi Otak Pria: Setengahnya Sex!!'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-6051400242349667816</id><published>2009-07-16T17:00:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T17:01:16.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Bahaya Minum Minuman Energi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minuman energi kini bertebaran dimana-mana. Padahal, kuat dugaan, minuman semacam itu bisa menghadirkan bahaya, bahkan hingga mengancam kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir di seluruh dunia, produk minuman energi kini menjamur. Di Inggris, misalnya, kebutuhan terhadap minuman ini terus meningkat. Setiap tahun, tak kurang 330 juta liter minuman energi membasahi tenggorokan warganya. Nilainya diestimasi mencapai 1 miliar pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, meluncur pula produk baru Red Bull dengan kandungan kafein dua kali lipat. Produk ini, kabarnya, diperkirakan akan menjadi pemain penting di pasar minuman energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah, keamanan dan pemasaran produk-produk semacam ini masih menghadirkan tanda anya. Ini terkait pula dengan rencana peluncuran minuman terbaru bernama Cocaine dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman tersebut masih menunggu izin dan pengesahan dari Dewan Standar Makanan dan Standar Perdagangan di Inggris. Kecuali namanya yang kontroversial, minuman dingin nonalkohol beraroma lemon itu juga dipenuhi dengan kafein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, peluncuran produk yang hampir sama, dibatalkan di Inggris. Namanya, Cocaine Energy Drink. Di Amerika Serikat pun, minuman dengan nama yang sama, juga dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini lebih dari sekadar niat mengejutkan pasar dengan cara provokatif dan sinis. Kebanyakan anak muda akan melihatnya melalui branding. Tapi, mengabaikan obat-obatan terlarang secara ilegal yang bisa menyebabkan kerusakan, tidaklah membantu, tidak pula cara yang cerdas,” kata Martin Barnes, kepala DrugScope, sebuah yayasan tentang narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekhawatiran, anak-anak muda yang tergila-gila dengan minuman baru itu, bisa mempertaruhkan kesehatan mereka. Minuman dengan kafein yang tinggi kini laku keras karena anak-anak muda yang gemar clubbing menginginkannya untuk meningkatkan energi. Padahal, di negara-negara seperti Norwegia, Uruguay, dan Denmark, Red Bull dilarang karena alasan kekhawatiran terhadap kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman kaleng Red Bull berisi 250 ml itu hanya mengandung 80 mg kafein. Artinya, hanya sedikit di atas secangkir kopi instan. Tapi, faktanya menunjukkan banyak anak-anak muda mendapat pengaruh buruk, bahkan sampai meregang nyawa, setelah meminumnya berkaleng-kaleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, semuanya juga tergantung pada reaksi tubuh masing-masing orang terhadap kafein. Sebagian ada yang sensitif terhadap stimulan itu. Artinya, meskipun minum sedikit saja, masih bisa memicu debaran jantung dan meningkatkan tekanan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah studi juga meningkatkan peringatan terhadap penggunaan minuman energi yang terlalu banyak sebelum menjalani latihan kebugaran. Awal tahun ini, seorang pembalap motor di Australia mengalami serangan jantung setelah mengkonsumsi tujuh kaleng Red Bull sebelum balapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, sejumlah ahli di Rumah Sakit Henry Ford, Detroit, meminta pasien masalah jantung untuk menghindari minuman energi. Pasalnya, hal tersebut bisa memacu debar jantung dan tekanan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lainnya di Pusat Riset Cardiovascular di Adelaide, Australia, memunculkan kekhawatiran lain. Menurut penelitian itu, sekaleng Red Bull bebas gula, bisa menyebabkan efek terhadap jantung dalam 60 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memberikan 30 orang minuman dan mengujinya sejam kemudian. Hasilnya, mereka menemukan mengentalnya darah, sama seperti yang mereka temukan pada pasien dengan masalah jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, juru bicara Red Bull Australia, memicingkan mata terhadap penelitian itu. “Studi itu tak menunjukkan efek yang lebih jauh daripada meminum secangkir kopi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman energi dengan kadar yang tinggi juga dipersalahkan atas sikap buruk para pelajar. Sejumlah sekolah di Inggris, belum lama ini, melarang minuman semacam Red Bull dan 925 Energy Shot yang mengandung konten kafein tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-6051400242349667816?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/6051400242349667816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=6051400242349667816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/6051400242349667816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/6051400242349667816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/bahaya-minum-minuman-energi.html' title='Bahaya Minum Minuman Energi'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-361076572475263861</id><published>2009-07-16T16:59:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T17:00:12.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGOBATAN'/><title type='text'>Obat Alternatif Radang Gusi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="font-family: verdana,geneva,lucida,'lucida grande',arial,helvetica,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;strong&gt;Obat Alternatif Radang Gusi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="color: rgb(209, 209, 225); background-color: rgb(209, 209, 225);" size="1"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;&lt;img src="http://img138.imageshack.us/img138/2273/1023henna2zz1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Peneliti dari Fakultas Kedokteran gigi, Universitas Indonesia (FKG-UI), Lies Zubardiah M. Qosim, menemukan obat alternatif baru yang berasal dari daun "Lawsonia inermis Linnaeus" atau dikenal sebagai daun inai atau henna sebagai obat alternatif untuk radang gusi.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Lies Zubardiah, dalam keterangan persnya mengatakan, penelitian ini membuktikan peranan daun Lawsonia inermis Linnaeus atau dikenal sebagai daun inai atau henna yang oleh masyarakat pedesaan tertentu di Indonesia sering digunakan sebagai obat penyembuh luka kulit di badan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Ia menjelaskan penelitian obat mulut alternatif ini menggunakan berbagai macam pengujian, seperti uji fitokimia, uji antibakteri terhadap "Streptococcus sanguinis", uji toksisitas akut, uji sitotoksisitas, uji penyembuhan gingivitis pada hewan coba dan manusia, serta uji penyerapan warna pada gigi.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Hasil penelitian itu ditemukan bahwa daun hena yang mengandung golongan senyawa antibakteri, seperti flavonoid, minyak atsiri, saponin, steroid, triterpen, dan tanin, yang terbukti ampuh melawan bakteri S. sanguinis, dapat menurunkan konsentrasi plak, tidak bersifat toksit pada manusia, dan menyembuhkan gingivitis.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Hasil penelitian yang sedang dalam proses Hak atas Kekayaaan atas Intelektual (HAKI) ini, merupakan salah satu bentuk obat alternatif yang lebih aman untuk pengobatan radang gusi pada anak- anak dan dewasa.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Seperti diketahui, salah satu jenis gangguan kesehatan pada gigi dan mulut adalah gingivitis (radang gusi). Gingivitis adalah jenis penyakit periodontal yang paling sering ditemukan pada 80 persen anak usia 11-13 tahun di negara-negara berkembang dan bersifat kronis.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Jika dibiarkan berlanjut, gingivitis dapat menjadi periodontitis (peradangan jaringan penyangga gigi), sehingga gigi menjadi goyang dan mudah lepas. Faktor etiologi utama gingivitis adalah plak bakteri, yang mampu merusak jaringan penyangga gigi dimulai dengan kerusakan pada gingiva (gusi).&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;"Streptococcus sanguinis" merupakan salah satu bakteri yang paling banyak dijumpai di dalam plak. Plak melekat erat pada gigi dan hanya dapat dihilangkan melalui pembersihan dengan sikat gigi dan alat pembersih interdental. Senyawa yang bersifat antibakteri dibutuhkan untuk membantu menghilangkan peradangan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: 13px;"&gt;&lt;div id="post_message_102276296"&gt;Sumber :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.tribun-timur.com/read/artikel/38885" target="_blank" style="color: rgb(34, 34, 156);"&gt;http://www.tribun-timur.com/read/artikel/38885&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-361076572475263861?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/361076572475263861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=361076572475263861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/361076572475263861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/361076572475263861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/obat-alternatif-radang-gusi.html' title='Obat Alternatif Radang Gusi'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-5860386058048180151</id><published>2009-07-16T16:30:00.003+07:00</published><updated>2009-07-16T16:47:58.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyakit'/><title type='text'>Penyakit Berbahaya Yang Ditularkan Hewan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Flu babi hanya salah satu dari banyak penyakit mematikan yang berasal dari hewan yang kemudian ditularkan kepada manusia.&lt;br /&gt;Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia disebut dengan zoonoses dan menurut para ilmuwan perkembangan penyakit tersebut tengah menanjak. Berikut adalah lima penyakit berbahaya yang ditularkan dari hewan, dikutip dari Live Science:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pandemi Influenza&lt;br /&gt;Influenza berbahaya bisa menyebar dari burung, babi dan binatang lain. Pada 1918 pandemi influenza memakan banyak korban hanya dalam hitungan bulan. Membunuh hampir 50 juta orang. Seperlima dari populasi dunia terinfeksi virus tersebut, dan membunuh lebih dari 25 persen penduduk Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wabah Bubonic&lt;br /&gt;Bubonic disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh hewan pengerat dan juga kucing. Jika terinfeksi, seseorang akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Wabah ini menggemparkan dunia pada abad ke 14 dan pada masa itu dikenal juga dengan sebutan Black Death. Saat itu bubonic mewabah dari Eropa, Mesir hingga seluruh kawasan Asia. Sebanyak 75 juta orang tewas dan hanya 360 orang yang sempat terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HIV/AIDS&lt;br /&gt;Virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS aslinya berasal dari simpanse dan hewan primata lainnya. Diyakini virus ini pertama kali menginfeksi manusia pada abad lalu. Menurut data kesehatan dunia pada akhir 2007 diperkirakan sebanyak 33 juta orang mengidap HIV, termasuk 2,7 juta kasus baru setiap tahunnya. Sebanyak 2 juta orang meninggal dunia termasuk 270.000 anak-anak. Dua pertiga infeksi HIV terjadi di Sub Sahara Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Parasit Gila&lt;br /&gt;Parasit aneh bernama Toxoplasma gondii menginfeksi otak manusia. Lebih dari setengah populasi manusia terjangkit virus tersebut, termasuk 50 juta warga Amerika. Konon virus ini meningkatkan resiko terkena neuroticism dan berkembang menjadi schizophrenia. Tempat tinggal utama virus ini adalah pada tubuh kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ‘Crabs’ ditularkan oleh Gorilla&lt;br /&gt;Sekira tiga juta tahun lalu manusia menemukan sejenis kutu berbahaya pada tubuh gorilla. Kutu tersebut ternyata menginfeksi penyakit bernama “crabs”.Awal penyebarannya adalah jika manusia tidur di sarang gorilla atau memakan dagingnya, demikian kesimpulan yang diperoleh para ilmuwan pada 2007.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-5860386058048180151?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/5860386058048180151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=5860386058048180151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5860386058048180151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5860386058048180151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/penyakit-berbahaya-yang-ditularkan.html' title='Penyakit Berbahaya Yang Ditularkan Hewan'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-2229792190408145768</id><published>2009-07-16T16:29:00.002+07:00</published><updated>2009-07-16T16:30:17.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Post Partum Fisiologis</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS&lt;br /&gt;Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama  6 minggu.&lt;br /&gt;(Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002)&lt;br /&gt;adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. (Obstetri Fisiologi, 1983)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;II.PERIODE&lt;br /&gt;Masa nifas dibagi dalam 3 periode:&lt;br /&gt;1.Early post partum&lt;br /&gt;Dalam 24 jam pertama.&lt;br /&gt;2.Immediate post partum&lt;br /&gt;Minggu pertama post partum.&lt;br /&gt;3.Late post partum&lt;br /&gt;Minggu kedua sampai dengan minggu keenam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;III.TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1.Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologiknya.&lt;br /&gt;2.Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.&lt;br /&gt;3.Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.&lt;br /&gt;4.Memberikan pelayanan keluarga berencana.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-2229792190408145768?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/2229792190408145768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=2229792190408145768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2229792190408145768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/2229792190408145768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/askep-post-partum-fisiologis.html' title='Askep Post Partum Fisiologis'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-5291478492937257730</id><published>2009-07-16T16:29:00.001+07:00</published><updated>2009-07-16T16:29:37.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Partus macet</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;A.DEFINISI&lt;br /&gt;Partus macet adalah suatu keadaan dari suatu persalinan yang mengalami kemacetan dan berlangsung lama sehingga timbul komplikasi ibu maupun janin (anak).&lt;br /&gt;Partus macet merupakan persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravida dan atau 18 jam untuk multi gravida.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;B.ETIOLOGI&lt;br /&gt;Penyebab persalinan lama diantaranya adalah kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan keluaran his dan mengejan, terjadi ketidakseimbangan sefalopelfik, pimpinan persalinan yang salah dan primi tua primer atau sekunder.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;C.DIAGNOSIS&lt;br /&gt;1.Keadaan Umum ibu&lt;br /&gt;Dehidrasi, panas&lt;br /&gt;Meteorismus, shock&lt;br /&gt;Anemia, oliguri&lt;br /&gt;2.Palpasi&lt;br /&gt;His lemah&lt;br /&gt;Gerak janin tidak ada&lt;br /&gt;Janin mudah diraba&lt;br /&gt;3.Auskultasi&lt;br /&gt;Denyut jantung janin, takikardia, irreguler, negatif (jika janin sudah mati)&lt;br /&gt;4.Pemeriksaan dalam&lt;br /&gt;Keluar air ketuban yang keruh dan berbau bercamput dengan mekonium&lt;br /&gt;Bagian terendah anak sukar digerakkan, mudah didorong jika sudah terjadi rupture uteri&lt;br /&gt;Suhu rectal lebih tinggi 37,50 c&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;DIAGNOSA BANDING&lt;br /&gt;Kehamilan / persalinan dengan infeksi ektra genital, disini suhu aksila lebih tinggi dari rectal dan ketuban biasanya masih utuh&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;D.KOMPLIKASI&lt;br /&gt;Ibu&lt;br /&gt;1.Infeksi sampai sepsis&lt;br /&gt;2.asidosis dengan gangguan elektrolit&lt;br /&gt;3.dehidrasi, syock, kegagalan fungsi organ-organ&lt;br /&gt;4.robekan jalan lahir&lt;br /&gt;5.fistula buli-buli, vagina, rahim dan rectum&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;janin&lt;br /&gt;1.Gawat  janin dalam rahim sampai meninggal&lt;br /&gt;2.lahir dalam asfiksia berat sehingga dapat menimbulkan cacat otak menetap&lt;br /&gt;3.trauma persalinan, fraktur clavicula, humerus, femur&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-5291478492937257730?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/5291478492937257730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=5291478492937257730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5291478492937257730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5291478492937257730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/askep-partus-macet.html' title='Askep Partus macet'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-7086959227149076675</id><published>2009-07-16T16:28:00.002+07:00</published><updated>2009-07-16T16:28:43.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Sectio Caesarea</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;A.PENGERTIAN&lt;br /&gt;Operasi caesarea adalah kelahiran janin cukup bulan hidup melalui insisi sayatan) pada dinding perut dan rahim bagian depan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;B.ETIOLOGI&lt;br /&gt;Infeksi ekstrakranial , misalnya OMA dan infeksi respiratorius bagian atas&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;C.PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Peningkatan suhu tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dan dalam waktu singkat terjadi difusi ion kalium dan natrium melalui membran tersebut dengan akibat teerjadinya lepas muatan listrik. Lepas muatan listrik ini demikian besarnya sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun membran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang disebut neurotransmiter dan terjadi kejang. Kejang demam yang terjadi singkat pada umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan gejala sisa. Tetapi kejang yang berlangsung lama ( lebih dari 15 menit ) biasanya disertai apnea, meningkatnya kebutuhan oksigen dan energi untuk kontraksi otot skelet yang akhirnya terjadi hipoksemia, hiperkapnia, asidosis laktat yang disebabkan oleh metabolisme anaerobik, hipotensi arterial disertai denyut jantung yang tidak teratur dan suhu tubuh makin meningkat yang disebabkan oleh makin meningkatnya aktivitas otot, dan selanjutnya menyebabkan metabolisme otak meningkat. Faktor terpenting adalah gangguan peredaran darah yang mengakibatkan hipoksia sehingga meningkatkan permeabilitas kapiler dan timbul edema otak yang mngakibatkan kerusakan sel neuron otak. Kerusakan pada daerah medial lobus temporalis setelah mendapat serangan kejang yang berlangsung lama dapat menjadi matang dikemudian hari sehingga terjadi serangan epilepsi spontan, karena itu kejang demam yang berlangsung lama dapat menyebabkan kelainan anatomis diotak hingga terjadi epilepsi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-7086959227149076675?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/7086959227149076675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=7086959227149076675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/7086959227149076675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/7086959227149076675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/askep-sectio-caesarea.html' title='Askep Sectio Caesarea'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-5739773733316281307</id><published>2009-07-16T16:26:00.002+07:00</published><updated>2009-07-16T16:28:06.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Hydramnion</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hydramnion adalah suatu keadaan di mana jumlah air ketuban jauh lebih banyak dari normal. Biasanya kalau lebih dari 2 liter.&lt;br /&gt;Beberapa ahli ada yang mendapat 4-5 liter, sedangkan Kustner bahkan menjumpai sampai 15 liter pada kehamilan baru 5 bulan (Rustam Mochtar, 1989).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jalannya Penyakit :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1)secara kronik :&lt;br /&gt;Kita dapati pertambahan air ketuban secara perlshsn-lahandalam beberapa minggu/bulan.&lt;br /&gt;Biasanya terjadi pada kehamilan yang lanjut.&lt;br /&gt;Kronik hidramnion sangat banyak dijumpai.&lt;br /&gt;2). Secara Akut :&lt;br /&gt;Bila pertambahan air ketuban sangat tiba-tiba dan cepat dalam beberapa hari saja&lt;br /&gt;Biasanya pada kehamilan yang agak mda bulan ke 5 dan ke 6.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Insiden :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1)dari kongenitalanomali lebih sering kita dapati yaitu 17,7-29 %&lt;br /&gt;2)Hidramnion sering dijumpai bersamaan dengan gemelli atau hamil ganda (12,5 %), Hidrops foetalis, diabetes mellitus, Toksemia gravidarum&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-5739773733316281307?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/5739773733316281307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=5739773733316281307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5739773733316281307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/5739773733316281307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/askep-hydramnion.html' title='Askep Hydramnion'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4783875443562043141.post-74953059721896270</id><published>2009-07-16T16:26:00.001+07:00</published><updated>2009-07-16T16:26:53.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASKEP'/><title type='text'>Askep Haemoragi Post Partum</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan yang terjadi setelah melahirkan anak dalama 24 jam yang jumlahnya lebih dari 500-600 cc.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Insiden&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada negara berkembang kasus ini mencapai 5-15 % dari seluruh jumlah persalinan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Etiologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.Atonia uteri (50-60 %).&lt;br /&gt;2.Retensio placenta (16-17%).&lt;br /&gt;3.Sisa placenta (23-24 %).&lt;br /&gt;4.Laserasi jalan lahir (4-5 %).&lt;br /&gt;5.Kelainan darah (0,5-0,8 %).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Predisposisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Umur (yang terlalu tua atau terlalu muda pada saat melahirkan), paritas (Multi para atau grandemulti), partus lama, obstetri oprastif dan narkose, uterus terlalu tegang dan besar, kelainan pada uterus (myoma uteri), Sosek yang kurang yang dapat menyebabkan malnutrisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diagnosis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.Palpasi: kontraksi uterus dan TFU.&lt;br /&gt;2.Inspeksi: Uri, ketuban (lengkap atau tidak), aapakah ada robekan di vagina atau adanya varises.&lt;br /&gt;3.Eksplorasi cavum uteri: sisa uri dan ketuban, robekan rahim, placenta suksenturiata.&lt;br /&gt;4.Pemeriksaan laboratoris: DL (Hb), Faal hemostasis, Clot observastion test (COT).&lt;br /&gt;5.Pemeriksaan USG jika diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan yang lebih dari 500-600 cc, kontraksi uterus lemah, uterus lembek (boggy), Sub involusi (fundus uteri naik), muka pucat/ anemis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Prognosis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Angka kematian ibu mencapai 7,9 % (Mochtar. R), dan menurut Wignyosastro angka kematian ibu mencapai 1,8-4,5% dari kasus yang ada.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4783875443562043141-74953059721896270?l=askep-kesehatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/feeds/74953059721896270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4783875443562043141&amp;postID=74953059721896270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/74953059721896270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4783875443562043141/posts/default/74953059721896270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://askep-kesehatan.blogspot.com/2009/07/askep-haemoragi-post-partum.html' title='Askep Haemoragi Post Partum'/><author><name>elly</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='03067006563871850093'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>